nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Petugas Medis di Balik Lahirnya Kesadaran Nasional

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2015 06:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 05 19 337 1152234 petugas-medis-di-balik-lahirnya-kesadaran-nasional-DSZ62hYmve.jpg Pergerakan Pemuda Boedi Oetomo (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo (BU) pada 20 Mei 1908, sampai hari ini diperingati sebagai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Namun, terdapat fakta yang menarik di balik momen bersejarah tersebut.

Fakta itu ialah kesadaran untuk lepas dari penjajahan mula-mula dicetuskan oleh para sosok yang berkecimpung di bidang medis, siswa sekolah kedokteran STOVIA.

Menanggapi hal tersebut, sejarawan Ridwan Saidi menilai, kecenderungan itu tak terlepas dari pengalaman para pekerja medis. Seperti diketahui, hampir setiap hari para dokter atau perawat melihat masyarakatnya mengidap penyakit dan diacuhkan oleh pemerintah kolonial.

"Pemerintah Hindia-Belanda, waktu itu tahu penyakit kolera saja, sudah bingung, apalagi kalau menular, bisa terancam pengidapnya," jelas Ridwan kepada Okezone, Selasa.

Sebab itu, pemerintah Hindia-Belanda mendirikan sekolah juru medis guna melanggengkan kekuasaannya di tanah jajahan. Alhasil, para siswa justru menyadari bahwa tugas mereka bukan hanya mengobati para pasien yang sakit, tetapi juga memperjuangkan kesehatan.

Guna mengemban tugas tersebut, tentu cara yang harus ditempuh ialah lepas dari penjajah. "Karena mereka sadar, jadi mereka ingin lepas dari penjajah, lalu mengorganisir diri," imbuhnya.

Tak mengherankan, bahkan Wakil Presiden pertama, Muhammad Hatta, mengisahkan bahwa Dokter Tjipto Mangunkusumo, menawarkan diri agar dapat mengobati masyarakat di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Bahkan, ialah satu-satunya orang yang terang-terangan mengajukan diri untuk tugas kemanusiaan tersebut.

"Dia termasuk satu-satunya dokter yang menawarkan diri untuk memberantas wabah pes," tulis Hatta dalam bukunya 'Permulaan Pergerakan Nasional' halaman 17.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini