nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sosok Penting di Balik Kepopuleran Boedi Oetomo

Syamsul Anwar Khoemaeni, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2015 06:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 05 19 337 1152227 sosok-penting-di-balik-kepopuleran-boedi-oetomo-sV2FxvZNgQ.jpg Pergerakan Pemuda Boedi Oetomo (Foto: Wikipedia)

JAKARTA - Kegemilangan organisasi Boedi Oetomo di awal berdirinya, tak lepas dari beberapa sosok yang turut serta menjadi bagian dari perkumpulan tersebut. Sebut saja, Bapak Pers Nasional RM Tirto Adisuryo serta Ernest Fancois Eugene Douwes Dekker.

Tirto yang mengelola penerbitan pers "Medan Priyayi" bahkan menyediakan ruangan khusus untuk ikut mempropagandakan Boedi Oetomo. Sebagaimana ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer dalam buku 'Sang Pemula', ia menyebut Tirto bahkan bergabung dengan organisasi bikinan Dr Sutomo cs itu di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, di halaman 115 buku tersebut, dijelaskan bahwa kepopuleran Boedi Oetomo juga tak lepas dari Douwes Dekker melalui curahan gagasan-gagasannya. Baik di dalam negeri seperti koran 'Bataviaasch Nieuwsblad' maupun terbitan-terbitan di luar negeri.

"Pada waktu itu, ia merupakan tokoh yang menjadi perhatian umum karena pengalaman internasionalnya yang unik," sebut Pramoedya dalam buku tersebut.

Terlebih setiap tulisannya, Douwes Dekker menggambarkan bahwa organisasi anak muda Jawa, Boedi Oetomo, telah dicurigai oleh pemerintah Hindia-Belanda sehingga menyembulkan suatu sensasi. Dari goresan-goresan pemikirannya itulah pria kelahiran Belanda itu mendapat julukan sebagai "Javanen Vriend" atau sahabat orang Jawa.

Tulisan Douwes Dekker di Belanda, juga dengan cepat membangkitkan minat politisi negeri kincir angin seperti tokoh sekaligus bapa politik etis, Van Deventer.

"Jika Deventer sudah mulai angkat suara, tidak ada pilihan lagi bagi pemerintah kolonial selain memperhatikan," tambahnya.

Salah satu tokoh yang tidak bisa dikesampingkan dalam memasyarakatkan Boedi Oetomo ialah sang pendorong, Dr Wahidin Sudirohusodo. Apalagi, sosok yang sempat menjadi pengajar di STOVIA itu memperoleh sokongan dukungan dari Pangeran Yogyakarta, Notodirojo.

Ia juga mengelola penerbitan berkala milik Boedi Oetomo yang diedarkan kepada para guru sekolah desa, Goero Desa. "Ia sendiri merupakan sosok yang menganjurkan berdirinya Boedi Oetomo, serta menjadi Ketua Cabang I, Yogyakarta," tulis sejarawan kelahiran Blora tersebut.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini