Share

Polri Anggap Perkara Komjen BG Tak Pernah Ada

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 19 Mei 2015 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 19 337 1151825 polri-anggap-perkara-komjen-bg-tak-pernah-ada-bFobx0GZHc.jpg Komjen Pol Budi Gunawan (foto: Antara)

JAKARTA - Polri mengganggap perkara dugaan gratifikasi yang menjerat Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan tidak pernah ada. Hal itu didasari gelar perkara di Badan Reserse Kriminal Polri.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Victor Edison Simanjuntak mengungkapkan gelar perkara kasus yang menjerat mantan Kepala Lemdikpol itu telah dilaksanakan April 2015. Gelar perkara itu dihadiri tiga pakar hukum, yakni Chairul Huda, Teuku Nasrullah dan Yenti Ginarsih.

"Gelar perkara juga dihadiri penyidik dari direktorat lain di Bareskrim. Hasilnya, perkara itu tidak layak ditingkatkan ke penyidikan," ujar Victor, Selasa (19/5/2015).

Terkait dengan banyaknya desakan agar kasus ini tak dihentikan, Victor menegaskan bahwa penyidik Bareskrim Polri tidak dapat dikatakan menghentikan perkara tersebut. Pasalnya, penyidik menganggap bahwa perkara itu saja sudah tidak layak untuk diusut.

"Mau dihentikan bagaimana? Orang gelar itu saja sudah menunjukan bahwa penyidikannya enggak memenuhi syarat. Jadi ya sudah, polisi anggap perkara itu tidak pernah ada," tegas Victor.

Lalu, bagaimana dengan rencana gelar perkara bersama dengan sejumlah lembaga terkait seperti Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan PPATK, yang digaungkan polisi beberapa waktu lalu?

Menurut Victor, pihaknya telah berupaya melaksanakannya, namun tidak ada satupun yang bersedia hadir di dalam gelar itu. Victor juga memastikan bahwa tidak akan ada gelar perkara dugaan gratifikasi Budi Gunawan lagi di waktu yang akan datang. Keputusan tersebut, menurutnya telah diketahui oleh KPK dan Kejagung.

"Kita menunggu mereka kan, ternyata masing-masing bilang (perkara) sudah selesai. Salah satu buktinya mereka tidak datang di dalam undangan gelar perkara yang waktu itu kan. Jadi ya sudah," ungkap Victor.

Seperti diketahui, Budi Gunawan adalah tersangka kasus dugaan kepemilikan transaksi mencurigakan oleh KPK. Jenderal bintang tiga yang sempat dicalonkan menjadi Kapolri itu dijerat Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 Ayat (2), Pasal 11 atau 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Pihak Budi pun lalu mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penetapan tersangka itu. Sidang praperadilan yang dipimpin hakim Sarpin Rizaldi memutus bahwa penetapan tersangka Budi oleh KPK tak sah. Status tersangka Budi pun batal. Berkas perkara ini pun dilimpahkan dari KPK ke Kejagung, namun dengan alasan berkas tak lengkap, Kejagung akhirnya melimpahkan perkara ini ke Bareskrim Polri.

Follow Berita Okezone di Google News

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini