Share

Kasus Adriansyah, KPK Kembali Periksa Dirut PT Indoasia Cemerlang

Feri Agus Setyawan, Okezone · Senin 18 Mei 2015 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 18 337 1151289 kasus-adriansyah-kpk-kembali-periksa-dirut-pt-indoasia-cemerlang-twbRGByyeC.jpg

JAKARTA - Direktur Utama PT Indoasia Cemerlang, Bella Kartika Novita kembali dijadwalkan untuk diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat.

"Iya, dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Andrew," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2015).

Sebelumya, Bella telah dua kali diperiksa penyidik lembaga antirasuah. Dia diperiksa berbarengan dengan salah satu petinggi di PT Indoasia Cemerlang dan karyawan PT MMS. Disinyalir, Bella mengetahui dugaan suap Andrew terhadap Politikus PDIP, Adriansyah di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan terkait pengurusan izin tambang.

"Keterangan dia dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan kasus ini," terang Priharsa.

Pemeriksaan mereka berdua lantaran perusahaan yang mereka pimpin memiliki hubungan kerja dengan perusahaan Andrew. PT MMS merupakan subkontraktor yang menjalankan salah satu usaha pertambangan PT Indoasia Cemerlang di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

KPK telah juga memeriksa Bupati Tanah Laut, Bambang Alamsyah dalam perkara pengurusan izin tambang tersebut. Bambang merupakan anak kandung Adriansyah yang menggantikan dirinya sebagai Bupati. Diduga Bambang mengetahui praktik suap yang menjerat sang ayah menjadi tersangka.

Diketahui, KPK telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan suap pemberian izin pertambangan PT MMS di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Kedua tersangka tersebut yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yakni politikus PDIP, Adriansyah dan Andrew Hidayat selaku petinggi PT MMS.

KPK Tahan Anggota DPR F-PDIP

Dalam perkara ini, Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Sementara itu, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini