Resmi Ditahan, Jero Wacik Minta Bantuan ke Jokowi

Feri Agus Setyawan, Okezone · Selasa 05 Mei 2015 20:42 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 05 337 1145064 resmi-ditahan-jero-wacik-minta-bantuan-ke-jokowi-Mj2K8sKASk.jpg Jero Wacik Ditahan (foto: Okezone)

JAKARTA - Setelah resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik meminta bantuan ke Presiden Joko Widodo serta Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK), karena merasa diperlakukan tak adil.

"Saya mohon Pak Presiden Jokowi, bapak mengenal saya dengan baik. Saya merasa diperlakukan tidak adil. Pak Wapres, Pak JK, lima tahun saya di bawah bapak," tuturnya usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (5/5/2015).

Menurut politikus Partai Demokrat ini, dirinya telah mengajukan surat permohonan untuk tidak ditahan pada pagi tadi sebelum dirinya diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah. Jero Wacik merasa dirinya kooperatif selama mengikuti proses hukum yang ada di KPK.

"Saya sudah ajukan (surat permohonan tidak ditahan) tadi pagi, ternyata saya ditahan. Saya tidak bisa apa-apa. Saya mohon keadilan harus ditegakkan, harus tegak dan adil," tuturnya.

Seperti diketahui, Jero Wacik ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan di Kementerian ESDM saat dirinya menjadi Menteri ESDM pada kurun waktu 2011-2013. Mantan Menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini ditahan di Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

KPK sendiri menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka pada 3 September 2014 lalu. Dari tindak pidana pemerasan dan penyalahgunaan wewenang, dia diduga berhasil mengantongi Rp9,9 miliar. Uang tersebut dikumpulkan sejak dia menjabat Menteri ESDM dalam kurun waktu 2011-2013.

Jero Wacik telah dijerat dengan Pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 421 KUHPidana.

Selain itu, Jero juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Kemenbudpar dalam kapasitasnya sebagai Menbudpar periode 2008-2011. Dalam kasus ini, Jero Wacik dijerat Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini