Sarimaya Kembali Pimpin Srikandi Pemuda Pancasila

Fiddy Anggriawan , Okezone · Senin 04 Mei 2015 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2015 05 04 337 1144305 sarimaya-kembali-pimpin-srikandi-pemuda-pancasila-DlDpPOHMbM.jpg Munas Pertama Srikandi Pemuda Pancasila

JAKARTA - Munas pertama Srikandi Pemuda Pancasila memilih kembali Hj Sarimaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Nasional Srikandi Pemuda Pancasila.

Sarimaya terpilih secara aklamasi dalam sidang pleno di Ball Room Hotel Sultan Sabtu 2 Mei 2015 dan mendapat mandat memimpin organisasi otonom yang membidangi perempuan di bawah ormas Pemuda Pancasila.

Munas pertama ini diikuti utusan Srikandi Pemuda Pancasila dari 33 Provinsi. Di samping menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Srikandi Pemuda Pancasila sebagai lembaga otonom di bawah naungan Pemuda Pancasila juga menetapkan program dan memilih ketua Dewan Pimpinan Nasional.

Sebagai ketua terpilih, pengusaha sektor keuangan ini menegaskan niatnya untuk mengembangkan kaderisasi dan peningkatan sumberdaya Srikandi Pemuda Pancasila sebagai kader bangsa khususnya dalam pengembangan nilai nilai pancasila dan pemberdayaan perempuan Indonesia.

"Kami akan kembangkan potensi perempuan dalam sisi moral dan pengembangan keterampilan," tegas Sarimaya.

Di bidang ekonomi, menurut Sarimaya, Perempuan harus didorong untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian. Langkah yang diambil adalah dengan memberikan bantuan modal dan pengembangan pemasaran. "Pelatihan, kemitraan dan bantuan modal mutlak diperlukan agar potensi ekonomi perempuan Indonesia dapat berkembang," sambungnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sebagai Ketua Srikandi PP dan meminta dukungan semua pihak untuk menjalankan program program Srikandi Pemuda Pancasila periode 2015-2019.

Sementara Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila, Sakhyan Asmara dalam penutupan munas meminta kepada seluruh anggota Srikandi Pemuda Pancasila untuk terus mensosialisasikan Pancasila kepada segenap masyarakat.

Sarimaya juga menyampaikan keprihatinan karena banyak kalangan masyarakat yang kini tidak mengerti arti pentingnya Pancasila sebagai moral dan dasar negara. "Banyak yang tidak hapal Pancasila, ini memprihatinkan," terangnya.

Dengan potensi sebagai kaum ibu yang mendidik anak bangsa, Sakhyan meminta Srikandi PP mensosialisasikan terus isi dan makna Pancasila bagi segenap anak bangsa. "Setiap ada momentum atau kegiatan, wajib dibacakan pancasila," terangnya.

Munas Pertama Srikandi Pemuda Pancasila yang dibuka Ketua Majelis Nasional Pemuda Pancasila Japto S Soeryosoemarno dan dihadiri berbagai tokoh termasuk putri proklamator Rachmawati Soekarno dan Meutia Hatta, serta Putri mantan Presiden ke-2 Mamiek Soeharto, anggota DPR Okky Asokawati dan seniman Ratna Sarumpaet.

Putri Proklamator Bung Hatta, Meutia Hatta kepada peserta Munas Srikandi Pemuda Pancasila menegaskan tak ada keraguan lagi bahwa Pancasila itu merupakan ideologi pemersatu bangsa. Untuk itu keberadaannya harus dipertahankan, sebab tanpa Pancasila maka keberadaan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) dipastikan tak ada lagi.

"Pancasila itu dasar negara kita. Dan yang melahirkannya adalah Bung Karno. Bahkan penegasan ini dinyatakan langsung Bung Hatta dalam surat wasiatnya kepada putra Bung Karno (Guntur Soekarnoputra). Dan saya yakin surat wasiat itu pun masih ada dan disimpan Mas Guntur," kata Meutia Hatta.

Meutia yang pernah menjabat sebagai menteri pemberdayaan perempuan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan dalam surat wasiat yang ditujukan kepada Guntur itu sebenarnya berisi dua hal. Pertama pernyataan dari Bung Hatta bahwa yang melahirkan Pancasila adalah Bung Karno. Ini penting karena pada saat surat wasiat dituliskan, yakni pada awal 1980-an, berkembang pernyataan yang meragukan Bung Karno adalah penggali Pancasila.

"Isi wasiat kedua adalah berisi pernyataan Bung Hatta yang tidak bersedia dimakamkan di Taman Pahlawan. Beliau ingin bila meninggal dunia jenazahnya di makamkan di pemakaman umum biasa. Ini agar beliau tetap dekat dengan rakyat yang sepanjang hidupnya memang diperjuangkannya," ujar Meutia.

Menurut Meutia, pada saat ini ada satu hal yang sangat penting dan terus diperjuangkan seluruh elemen bangsa. Selain tetap menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, ketaatan pada konstitusi juga harus dijadikanpegangan bagi semua pihak, terutama para penyelenggara negara yang berada di eksekutif, yudikatif, dan legislatif.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini