KPK Periksa Sekjen DPR Terkait Kasus Suap Adriansyah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 30 April 2015 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 30 337 1142579 kpk-periksa-sekjen-dpr-terkait-kasus-suap-adriansyah-CA4pEdO0AQ.jpg (Foto: Antara)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Winantuningtyastiti Swasanani memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa dalam perkara dugaan pemberian hadiah terkait PT Mitra Maju Sukses (MSS) di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan dengan tersangka Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP Adriansyah dan Direktur PT MMS Andrew Hidayat.

Winantuningtyastiti tiba digedung antirasuah ditemani oleh beberapa orang. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Selanjutnya, Winantuningtyastiti langsung bergegas menuju lobi untuk melapor pada petugas.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menjelaskan, Winantuningtyastiti akan diperiksa untuk tersangka Andrew Hidayat. Winantuningtyastiti diduga mengetahui adanya dugaan suap yang menjerat Ardianyah dan Andrew Hidayat. "Keterangan yang bersangkutan dibutuhkan penyidik," kata Priharsa saat dikonfirmasi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/4/2015).

Selain memeriksa Winantuningtyastiti, KPK juga memanggil dua saksi lain. Yakni, karyawan PT MMS Eshter Suzanna Pakpahan, dan sopir pribadi Andrew Hidayat Andi Junaedi. "Keduanya juga diperiksa untuk tersangka AH," ungkap Priharsa.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap ini terbongkar pasca KPK menjalankan operasi tangkap pada tangan Jumat 9 April lalu. Penyidik menangkap Legislator asal PDIP Adriansyah yang juga merupakan mantan Bupati tanah Laut serta Direktur PT MMS Andrew Hidayat

Adriansyah ditangkap di Denpasar, Bali saat kongres PDIP berlangsung. Sementar Andrew dicokok di Jakarta. Saat mereka ditangkap, penyidik menemukan uang sebesar Rp440 juta dengan mata uang dolar Singapura dan rupiah.

KPK menjerat Adriansyah dengan pasal 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 juncto pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana. Sementara, Andrew Hidayat diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini