Share

Awalnya Eksekusi Teruntuk Musuh Negara seperti Kartosuwiryo

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Rabu 29 April 2015 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 28 337 1141569 awalnya-eksekusi-teruntuk-musuh-negara-seperti-kartosuwiryo-XLbD226k7C.jpg Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo jelang dieksekusi

JAKARTA – Kejaksaan Agung memastikan mengeksekusi semua terpidana mati kasus narkoba, pada Rabu (29/4/2015) lewat tengah malam. Ini dilakukan menyusul kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menolak grasi para terpidana mati.

Jika ditilik dari sisi sejarah, awalnya hukuman mati hanya untuk musuh negara. Musuh negara yang pertama kali dieksekusi adalah Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo.

Setelah disidang pada awal Agustus 1962 oleh Pengadilan Mahkamah Angkatan Darat, pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) itu, dituduh melakukan tiga kejahatan sekaligus.

Pertama, makar guna merobohkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, pemberontakan terhadap kekuasaan yang sah. Ketiga, agitasi untuk membunuh Presiden Soekarno.

Terbukti, pengadilan memvonis Kartosuwiryo bersalah pada sidang ketiga dan menjatuhkan hukuman mati.

"Konteks awal kemerdekaan, negara ingin menjaga situasi keamanan agar kondusif. Jadi, gerakan-gerakan seperti yang dipimpin Kartosuwiryo dianggap berbahaya," jelas pakar hukum pidana dari Universitas Negeri Jember, Arief Amrullah, saat dihubungi Okezone, Rabu (29/4/2015).

Kartosuwiryo akhirnya dieksekusi pada 5 September 1962. Dalam surat terakhirnya, pria kelahiran 7 Januari 1907 itu menyampaikan sejumlah pesan bagi para pengikutnya.

Di antaranya, ia menegaskan bahwa hingga detik terakhir kematian, ia tetap bertindak dan berbuat selaku imam, panglima tertinggi Angkatan Perang Negara Islam Indonesia (APNII).

Proses hukum Kartosuwiryo sendiri tidak digelar di gedung pengadilan, sebab saat itu masa transisi. Ketika itu Indonesia sedang menata semua aspek kehidupan, seperti di sektor ekonomi, sosial, dan hukum. "Karena waktu itu situasinya berbeda," imbuhnya.

Kartosuwiryo dieksekusi di wilayah Kepulauan Seribu sekira pukul 05.50 WIB. Jenazahnya kemudian dikebumikan di salah satu permakaman di wilayah kepulauan tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini