Share

Achmad Jani Datangi Padang, Tentara PRRI Hengkang

Randy Wirayudha, Okezone · Jum'at 17 April 2015 05:20 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 16 337 1135502 achmad-jani-datangi-padang-tentara-prri-hengkang-gqZOvlRiCX.jpg Ilustrasi Penumpasan PRRI (Foto: Randy Wirayudha/Museum Sasmitaloka Ahmad Yani)

GERAKAN Pemerintah Republik Revolusioner Indonesia (PRRI) di Sumatera kian meresahkan keutuhan. Pemerintah pusat pun memerintahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Abdoel Haris Nasution untuk bertindak.

Nasution pun mengirim pasukan besar penumpasan PRRI dengan “Operasi 17 Agustus” pimpinan Kolonel Achmad Jani (EYD: Ahmad Yani) dan pada 17 April 57 tahun yang silam, penyerbuan terhadap Kota Padang dilancarkan dengan operasi gabungan terbesar pada saat itu.

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI sekarang TNI AL) ditugasi berpatroli di sekitar perairan demi mencegah kekuatan pertolongan tentara PRRI dari wilayah lain.

Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI sekarang TNI AU) menerbangkan sejumlah pesawat, sekaligus menerjunkan sejumlah personel PGT (Pasukan Gerak Tjepat) untuk menguasai Landasan Udara Tabing.

Sementara AD menerjunkan Resimen Komando Angkatan Darat (RPKAD, sekarang Kopassus), serta pasukan Banteng Raiders (sekarang Batalyon Infanteri 400)

Pasukan gabungan Achmad Jani ke Padang membuat kocar-kacir tentara PRRI yang terdiri dari eks-mahasiswa, pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI) yang membelot dan eks-pejuang veteran Gyugun, tentara cadangan bentukan Jepang (era pendudukan Jepang).

Sejumlah tentara PRRI berlarian hengkang meninggalkan Padang untuk mundur ke Sukaramai, Solok, Muarapanas, serta Bukittinggi. Dikutip dari buku “Sutan Sjahrir: Negarawan, Humanis, Demokrat Sejati yang Mendahului Zamannya”, pasukan Achmad Jani tak mendapati perlawanan berarti.

“Orang Minang hanya pintar berdagang,” ungkap Kolonel Achmad Jani dalam buku yang sama, ketika ditanyakan wartawan asing soal mengapa pasukannya tak mendapat perlawanan.

Pun begitu dengan invasi dari PGT yang juga tak menemui halangan berarti, kecuali hanya rintangan-rintangan ranjau paku serta sejumlah bambu runcing yang dipasang para pasukan PRRI. Satu personel PGT gugur dan Lanud Tabing sanggup dikuasai dalam waktu sekejap.

Perlawanan baru dihadapi pasukan Korps Komando Operasi (KKO, sekarang Marinir TNI AL) dan Banteng Raiders ketika memasuki pedalaman usai menguasai Kota Padang. Mereka mendarat dengan kapal amfibi di muara Sungai Batang Kuranji dan sempat bentrok dengan para tentara PRRI.

Akan tetapi, perlawanan singkat itu tak menyulitkan manuver Banteng Raiders dan Marinir. Pasalnya, tentara PRRI juga melarikan diri lewat selokan sembari menembakkan senjata-senjata “hibah” dari Amerika Serikat (AS).

Soal kaburnya para tentara PRRI, salah satu gembong PRRI, Kolonel Zulkifli Lubis tak bisa menahan kekecewaannya. “Pejuang-pejuang daerah memang tidak bersih. Masih ada ‘akunya’. Ingin harta, ingin kuasa. Lalu keberanian belum terlihat. Banyak yang lari kalau bertemu pasukan dari Jawa,” ungkap Kolonel Zulkifli.

Di sisi lain, mantan Wakil Presiden dan Perdana Menteri (PM) RI yang juga asal Sumatera Barat, Mohammad Hatta dalam suratnya pada Jenderal Gatot Subroto, turut menyesalkan pergerakan PRRI.

“Orang Minangkabau, bisanya sebelum berbuat apa apa, bertanya kepada ninik mamak (nenek-ibu). Tetapi apa yang dilakukan (Petinggi PRRI Letkol) Ahmad Husein dan kawan kawannya?,” tulis Hatta.

“Kata dan nasihat mamak sendiri tidak didengar, tetapi justru mamak Sumitro (Djojohadikusumo Menteri Perhubungan), mamak Syafruddin (Prawiranegara, PM PRRI), mamak Lubis dan mamak (Maluddin) Simbolon yang didengar. Inilah akibatnya,” tandasnya.

Sebagaimana dinukil dari buku “Jejak-Jejak Pahlawan: Perekat Kesatuan Bangsa Indonesia”, Kota Padang total dikuasai dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, medio Februari 1958, operasi gabungan juga sukses merebut Kota Pekanbaru, wilayah yang membuat AS turun tangan lantaran kaya minyak.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini