Share

PPATK Telusuri Aliran Dana Suap Izin Tambang Adriansyah

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 15 April 2015 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 15 337 1134495 ppatk-telusuri-aliran-dana-suap-izin-tambang-adriansyah-bFS0z1gR75.jpg PPATK telusuri aliran

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) akan menelusuri aliran dana mencurigakan milik anggota DPR Komisi IV, Adriansyah. Dia merupakan tersangka dugaan suap terkait pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

"Iya (akan ditelusuri)," singkat Ketua PPATK, Muhammad Yusuf usai memberi materi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015).

Namun, Yusuf enggan menjelaskan secara rinci apakah pihaknya sudah menemukan aliran dana mencurigakan milik politikus PDIP tersebut. Pasalnya, hingga saat ini pihaknya masih menelusuri aliran dana dugaan suap dari PT Mitra Maju Sukses (MMS) tersebut.

Diketahui, sebelumnya KPK mengungkapkan bahwa suap yang diterima oleh Adriansayah bukan kali pertama. Andriansyah juga sempat menerima suap pada saat menjabat sebagai Bupati Tanah Laut dari PT MMS melalui Andrew Hidayat.

"Perusahaan yang sama ini diduga menyuap lebih dari sekali," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha pada awak media di Jakarta, Selasa, 14 April 2015 lalu.

Namun, dia belum bisa merincikan berapa kali beserta keseluruhan jumlah uang yang diterima oleh mantan Bupati Tanag Laut itu. Sebab, tambah dia, sampai saat ini pihaknya masih terus mengembangkan dugaan suap yang diberikan Andrew Hidayat ke Politikus PDI-P tersebut.

"Akan ditelusuri kemana saja uang tersebut. Karena ini kaitan pemberian izin saat Adrian menjadi Bupati (Tanah Laut)," ujar Priharsa.

Seperti diketahui, Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah bersama Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Mereka berhasil diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama anggota Polsek Metro Menteng Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung Krisdiyanto yang dilakukan Kamis 9 April 2015 malam.

Akibat perbuatannya, Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Sementara itu, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini