nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Ditahan, SDA Jalani Pemeriksaan Perdana di KPK

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Rabu 15 April 2015 11:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 04 15 337 1134379 usai-ditahan-sda-jalani-pemeriksaan-perdana-di-kpk-MIpngnf1WW.jpg Suryadharma Ali (foto: Okezone)

JAKARTA - Tersangka dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama pada tahun anggaran 2012-2013 dan 2010-2011, Suryadharma Ali, menyambangi Gedung KPK di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2015).

Mantan Menteri Agama tersebut akan diperiksa sebagai tersangka dalam kasus yang menjeratnya itu. Namun, Suryadharma Ali yang datang sekira pukul 10.00 WIB tak mau memberi keterangan tentang pemeriksaan dirinya hari ini.

"Enggak komentar dulu ya," singkatnya sambil berjalan masuk ke Gedung KPK.

Sehari sebelumnya, penyidik KPK telah memeriksa delapan saksi dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan ibadah haji ini. Bahkan, tiga mantan anggota DPR ikut diperiksa sebagai saksi untuk SDA beberapa waktu lalu.

 

KPK telah resmi menetapkan SDA sebagai tersangka kasus dugaan korupsi haji ini pada 22 Mei 2014. Dalam perkembangannya, dia juga dijerat sebagai tersangka pada penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun anggaran 2010-2011 pada 24 Desember 2014.

SDA diduga menyalahgunakan dana penyelenggaraan haji yang mencapai angka Rp1 triliun. Setelah menjalani pemeriksaan, pada Jumat 10 April 2015, SDA resmi ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta.

Mantan Ketua Umum PPP itu diduga melakukan korupsi dalam biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), pengadaan pemondokan, transportasi, katering, serta pemberangkatan haji pejabat dan sejumlah tokoh dengan menggunakan dana masyarakat.

Atas perbuatan tersebut, menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 dan juncto Pasal 65 KUHPidana.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini