Share

Oknum Polisi Kurir Suap Politisi PDIP Bisa Jadi Tersangka

Feri Agus Setyawan, Okezone · Selasa 14 April 2015 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 14 337 1133749 oknum-polisi-kurir-suap-politisi-pdip-bisa-jadi-tersangka-dn6pDNRpsn.jpg oknum polisi kurir suap politisi PDIP bisa jadi tersangka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah jika pihaknya dinilai tidak berani memproses seorang anggota Polsek Menteng, Brigadir Agung Krisyanto (AK) yang diamankan saat operasi tangkap tangan (OTT) pekan lalu.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha memastikan bahwa 'kurir' suap dari Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat kepada Politikus PDIP Adriansyah itu akan kembali diperiksa guna melakukan pendalaman perannya ketika itu.

"Kemarin dilepas karena bukti belum cukup untuk penahanan 24 jam. Nanti AK tetap akan diperiksa (proses) lagi. Tidak menutup kemungkinan bisa jadi tersangka nantinya," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2015).

Menurut Priharsa, lembaga antirasuah ini tidak pernah merasa kapok dalam melakukan pemberantasan korupsi kepada setiap orang yang melakukan tindak pidana korupsi. "Kalau kapok iya tidak mungkin ditangkap kemarin itu," ungkapnya.

Priharsa menjelaskan, anggota Polsek Menteng itu dibebaskan lantaran KPK tidak memiliki waktu yang cukup. Pasalnya, dalam melakukan OTT, KPK hanya memiliki waktu 1x24 jam untuk menetapkan status tersangka kepada seseorang.

"Kalau AK kemarin dalam pemeriksaan 1x24 jam penyidik belum menemukan bukti yang cukup jadi tidak menahan," tandasnya.

Seperti diketahui, Anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah bersama Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan korupsi dalam suap izin tambang Batubara di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Mereka berhasil diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) bersama anggota Polsek Metro Menteng Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung Krisdiyanto yang dilakukan Kamis 9 April 2015 malam.

Namun, anggota polisi yang ikut diamankan saat tangkap tangan itu sudah dibebaskan lantaran belum ada bukti kuat jika dirinya terlibat dalam praktik suap ini.

Akibat perbuatannya, Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Sementara itu, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini