Share

Kurir Saja Bisa Kena Pasal Penyertaan Korupsi, Apalagi Polisi

Syamsul Anwar Khoemaeni, Okezone · Senin 13 April 2015 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 13 337 1133272 kurir-saja-bisa-kena-pasal-penyertaan-korupsi-apalagi-polisi-lEL0MTPwpF.jpg Ilustrasi. Dok Okezone

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan operasi tangkap tangan terhadap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Adriansyah. Namun, kuasa hukum KPK, Nur Chusniah enggan menanggapi lebih jauh adanya dugaan keterlibatan anggota Polsek Menteng dalam perkara tersebut.

"Saya tidak bisa mengomentari diluar kewenangan saya, maaf," jelas Chusniah di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (13/4/2015).

Sementara itu, praktisi hukum, Rahmat Harahap, menjelaskan, jika memang hal tersebut terjadi, berarti KPK tidak mengikuti azas penyertaan yang diatur dalam KUHP. Menurutnya, seorang kurir pun bisa dipidana jika terlibat dalam persoalan korupsi.

"Kurir pun bisa kena, pasal 55 KUHP itu mengatur azas penyertaan, siapapun yang terlibat perkara pidana harusnya kena," bebernya.

Seperti diketahui, Adriansyah ditangkap di Bali pada Kamis 9 April lalu saat kongres PDIP. Dari tangan mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan itu, KPK menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp500 juta. Uang tersebut diantar oleh anggota Polsek Menteng Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung Krisdiyanto (AK).

Sayangnya, KPK pun resmi melepaskan Agung Krisdianto lantaran dianggap tak memiliki peran signifikan selain sebagai kurir uang dari Direktur PT Maju Mitra Sukses Andrew Hidayat, untuk anggota Komisi IV DPR Adriansyah.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini