Share

KPK Bidik Politikus PDIP Sejak Desember 2014

Feri Agus Setyawan, Okezone · Sabtu 11 April 2015 00:44 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 11 337 1132421 kpk-bidik-politikus-pdip-sejak-desember-2014-88CGl2JhHi.jpg Johan Budi (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Anggota Komisi IV DPR fraksi PDIP Andriansyah (A) dan Direktur PT Mitra Maju Sukses, Andrew Hidayat (AH) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Adriansya bersama Andrew resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka dan segera ditahan. Sedangkan Briptu Agung yang ikut ditangkap dalam OTT, akan dibebaskan oleh KPK. Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP menjelaskan bahwa aski tangkap tangan yang dilakukan oleh pihaknya berawal dari laporan masyarakat terkait praktik suap izin usaha batubara PT Mitra Maju Sukses (MMS) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

โ€œPerlu disampaikan secara kronologis peristiwa yang bermula dari info masyarakat. Setelah paparan penyidik dan penyelidik perkara tangkap tangannya seseorang inisalnya A dan AK dari paparan tadi, info ke KPK sejak Desember 2014,โ€ ujar Johan saat konferinsi pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Seletan, Jumat (10/4/2015).

Menurutnya, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti karena ada dugaan penyerahan uang dari Andrew selaku pengusaha kepada Adriansyah yang merupakan mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

โ€œInfo ini (laporan masyarakat) kemudian berkembang. Dua pekan lalu diinfokan lagi kepada penyelidik dan penyidik KPK bahwa akan ada serah terima uang tersebut, lokasi ditelusuri ada di satu hotel di Sanu, Bali,โ€ terangnya.

Lebih lanjut, mantan juru bicara KPK ini mengungkapkan, setelah mengumpulkan informasi tersebut, akhirnya pada 9 April 2015, sekira pukul 18.45 WITA, penyidik melakukan aksi tangkap basah di Swiss Bell Hotel, Sanur, Bali. Dalam waktu yang bersamaan, sekira pukul 18.49 WIB aksi tangkap tangan di lakukan di hotel, di kawasan Senayan.

โ€œDi hotel di Sanur, penyidik melakukan tangkap tangan dengan sejumlah bukti diduga diserahkan oleh AH melalui bernama AK. AK ini yang kita dapati yang meneyrahkan uang itu di satu hotel di Sanur. Dalam waktu yang bersamaan di Jakarta dilakukan tangkap tangan atas nama AH, pengusaha dari PT MMS,โ€ tandasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini