OTT Politikus PDIP, KPK Amankan Ratusan Juta Rupiah

Feri Agus Setyawan, Okezone · Jum'at 10 April 2015 23:07 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 10 337 1132404 ott-politikus-pdip-kpk-amankan-ratusan-juta-rupiah-mLzOqoTJWM.jpg Johan Budi (foto: Okezone)

JAKARTA โ€“ Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan ratusan juta rupiah yang diduga untuk suap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di salah satu hotel di Sanur, Bali, kemarin.

Saat OTT tersebut, penyidik KPK berhasil menciduk anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah dan anggota Polsek Metro Menteng Brigadir Polisi Satu (Briptu) Agung Krisdiyanto.

โ€œSaat dilakukan tangkap tangan antara A dan AK didapati uang yang dirinci sebagai berikut ditaruh di tas kertas dimasukkan di amplop cokelat masing-masing pecahan 1000 Dolar Singapura 40 lembar, pecahan Rp100 ribu 485 lembar, dan pecahan Rp50 ribu berjumlah 147 lembar, sekira Rp500 juta,โ€ ujar Johan saat konferensi pers, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2015).

Menurut Johan, dalam perkara dugaan suap ini, politikus PDIP tersebut diduga sebagai penerima sementara Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat diduga sebagai pemberi uang tersebut. Suap tersebut, tambahnya untuk kepentingan yang berkaitan dengan perusahaan PT MMS dan atau grup di Wilayah Kabupateen Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

โ€œDari hasil pemeriksaan tadi pemberian ini bukan yang pertama kali, sebelumnya juga pernah diberikan, tapi ini perlu didalami dulu. Ini berkaitan dengan bisnis PT MMS yang salah satunya di bidang batubara,โ€ terangnya

Seperti diketahui, anggota Komisi IV DPR Fraksi PDIP, Adriansyah bersama Direktur PT Mitra Maju Sukses (MMS), Andrew Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Akibat perbuatannya, Adriansyah diduga melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) juncto Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Sementara itu, Andrew Hidayat diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini