Share

Kronologi Penangkapan Politisi PDIP Adriansyah

Ahmad Zubaidi, Okezone · Jum'at 10 April 2015 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2015 04 10 337 1132153 kronologi-penangkapan-politisi-pdip-adriansyah-9AMIPAmE5N.jpg KPK membeberkan kronologi penangkapan politisi PDIP Adriansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penangkapan terhadap mantan Bupati Tanah Laut Kalimantan Selatan yang juga politisi PDI Perjuangan, Adriansyah, berawal dari informasi yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari masyarakat.

Berbekal informasi tersebut, KPK selanjutnya melakukan penyelidikan dugaan korupsi penerbitan surat izin pengelolaan tambang oleh anggota Komisi IV DPR RI itu.

"Kami terangkan bahwa KPK telah menangkap tiga orang berinisial A dan AK di Bali, dan AH di Jakarta," tutur Plt Wakil Ketua KPK, Johan Budi dalam jumpa pers, di kantornya, Jumat (10/4/2015).

Johan mengatakan, penyelidikan terhadap keterlibatan Adriansyah dalam kasus tersebut dilakukan selama dua pekan. Selanjutnya KPK menangkap Adriansyah dan dua rekannya sekaligus beberapa barang bukti tadi malam.

"Keduanya (A dan AK) ditangkap di salah satu hotel di Sanur Bali pada pukul 18.45 Wita, sedangkan AH ditangkap pukul 18.49 WIB di lobi sebuah hotel di Senayan Jakarta," lanjutnya.

Selain itu, Johan mengatakan bahwa AK berperan sebagai perantara dari bisnis yang dijalankan oleh A dan AH. "AK itu hanya messanger," tandasnya.

Setelah ketiga terduga korupsi tersebut ditangkap, KPK menggiringnya untuk dilakukan pemeriksaan. Adriansyah dan AK diterbangkan dari Bali menuju Jakarta pagi tadi dan tiba di gedung KPK sekira pukul 10.30 WIB.

Sedangkan AH langsung digelandang ke kantor KPK semalam. Ketiganya saat ini sudah berada di markas lembaga antirasuah itu untuk menjalani pemeriksaan.

"Saat ini ketiganya sudah di bawa ke KPK dan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Yang dari Bali tiba pukul 10.30 dibawa pesawat," lanjutnya.

Johan juga mengatakan bahwa status ketiga orang tersebut masih sebagai terperiksa. Selain itu johan juga menyampaikan penangkapan tersebut diduga berkaitan dengan pemberian izin di sebuah lokasi di Kalimantan.

"Status terperiksa, KPK punya waktu 1x24 jam untuk menyimpulkan, ini diduga berkaitan dengan pemberian izin di sebuah lokasi di Kalimantan," tandasnya.

Dari penangkapan itu, penyidik KPK berhasil menyita uang tunai dolar Singapura dan Rupiah. "Di TKP tadi ditemukan uang dolar Singapura dan rupiah (dari A dan AK), AH hanya ditangkap saja, detailnya nanti setelah pemeriksaan," tutup Johan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini