Imigrasi Australia Harus Diperiksa soal Kebocoran Data Jokowi

Randy Wirayudha, Okezone · Rabu 01 April 2015 06:16 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 31 337 1127352 imigrasi-australia-harus-diperiksa-soal-kebocoran-data-jokowi-0t5o9qEOX4.jpg Data Diri Presiden Joko Widodo bocor oleh Keimigrasian Australia (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Kendati pihak Imigrasi Australia mengatakan bahwa bocornya data pribadi Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai human error, namun pemerintah Australia tetap harus melakukan pemeriksaan mendalam.

Pengamat intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, pihak Australia harus memeriksa petugas terkait dan juga Direktur Keimigrasian Australia, soal latar belakang kebocoran data diri tersebut.

“Direktur Imigrasi Australia bilang itu human error dan dalam suatu kinerja, hal itu memang bisa saja terjadi. Tapi harusnya Australia tak gegabah dalam perekrutan petugasnya dalam perhelatan sebesar G20,” paparnya kepada Okezone via pesan singkat.

“Dalam hal penting seperti itu, yang bersangkutan harus diperiksa, siapa tahu dia agen rahasia dan memang ada unsur kesengajaan menyebarkan info pribadi dalam catatannya,” tambah pengamat yang biasa disapa Nuning itu.

Soal alasan Australia yang mengatakan hal itu human error, Nuning merasa Australia harus bisa memberi penjelasan yang lebih dari itu kepada Indonesia dan negara-negara lain selain Jokowi yang data diri kepala negaranya selain Jokowi juga ikut bocor.

“Mereka tidak bisa menggampangkan dengan bilang bahwa itu sekadar human error. Perekrutan petugas seperti perhelatan G20 semestinya mengutamakan profesionalitas,” tandas Nuning.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini