Perpecahan Munas Peradi Tunjukan Adanya Dinamika Positif

Fiddy Anggriawan , Okezone · Minggu 29 Maret 2015 22:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2015 03 29 337 1126109 perpecahan-munas-peradi-tunjukan-adanya-dinamika-positif-Xdf5leBTHy.jpg Pimpinan Sementara KKAI Suhardi Somomoeljono (Ist)

JAKARTA - Komitte Kerja Advokat Indonesia (KKAI) menyambut baik wacana jika Peradi pecah menjadi tiga. Pimpinan sementara KKAI, Suhardi Somomoeljono, menjelaskan terjadi dinamika positif dalam rangka memenuhi solusi sebagaimana dikehendaki oleh Kode Etik Advokat Indonesia.

Suhardi juga menerangkan, KKAI yang beranggotakan delapan organisasi advokat ditambah KAI yang sudah pecah menjadi tiga dan Peradi yang sudah pecah tiga, maka seluruh anggota KKAI menjadi 14 organisasi advokat.

Dia menambahkan, hal ini akan menunjukkan dinamika yang positif dalam rangka penyempurnaan cita-cita catur wangsa, KKAI selaku Markas Besar Advokat RI akan terwujud dan berdiri sejajar dengan Mabes Polri, Mahkamah Agung RI, Kejaksaan Agung RI dalam tugas dan fungsinya masing-masing dalam perspektif hukum di Indonesia.

"Rekan-rekan advokat Indonesia jangan terganggu tetap jalankan tugas profesi jangan terlantarkan klien kita. Yakinlah siapapun yang akan mengkianati Kode Etik Advokat Indonesia (KEAI) yang sudah memiliki derajat pengakuan dari UU Advokat Nomor 18 Tahun 2003 pada saatnya akan sadar dan pasti akan kembali ke jalan konstitusi kita yang benar," ungkap Suhardi, Minggu (29/3/2015).

"Jangan main-main dengan KEAI yang dahulunya telah dirancang dengan sangat hati-hati oleh para pejuang advokat yang sangat handal misalnya Yap Tiam Hin, Mr Sumarno P Wiranto, Mr Karjo. Semangat Almarhum para pejuang advokat tersebut ada satu hal yang jangan sampai dilupakan yaitu Fungsi Advokat Dalam Membangunan Negara Hukum," sambungnya.

Menurutnya, sampai hingga kini cita-cita tersebut sudah memiliki landasan hukum yang kuat dengan menempatkan advokat selaku penegak hukum. Perlu juga ditegaskan bahwa akan sulit bagi para advokat jika kita tidak segera wujudkan Mabes Advokat RI seperti halnya Hakim, Kepolisian, Kejaksaan.

Oleh karena itu, KKAI akan segera mengundang seluruh anggotanya untuk menutup serta menyudai seluruh perbedaan pendapat yang terjadi selama ini. "Advokat Indonesia wajib bertanggung jawab atas keadaan pembangunan negara hukum yang sampai saat ini masih belum terwujud," tuturnya.

Untuk diketahui, paska ditinggalkan kubu Otto Hasibuan usai menyatakan penundaan penyelenggaraan munas, terjadi keributan di ruang sidang. Para peserta Munas yang sepakat tetap melanjutkan Munas, kembali berbeda pendapat soal pemilihan unsur pimpinan sidang.

Mulai dari lima nama hingga tujuh nama yang disebut-sebut sebagai pimpinan. Kemudian di antara nama-nama tersebut, ada yang ditolak karena selama ini tidak begitu berperan dalam Peradi.

Hingga akhirnya, kubu Juniver Girsang menarik diri dan memilih melanjutkan Munas tandingan di ruang VIP Legend. Sementara dalam ruang sidang masih berkumpul kubu Humphrey R Djemat dan Jhonson Panjaitan.

Dengan demikian, dalam Munas ke-2 Peradi ini terpecah tiga kubu masing-masing kubu Otto Hasibuan, kubu Juniver Girsang, dan kubu Humphrey R Djemat.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini