nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Curhat Anas di Balik Jeruji KPK

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2015 02:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 03 27 337 1124950 curhat-anas-di-balik-jeruji-kpk-VYRm0YNIzu.jpg Curhat Anas di Balik Jeruji KPK (Foto: Okezone)
JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum ternyata mempunyai kegiatan rutin di dalam Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terdakwa kasus pencucian uang ini, menghabiskan waktu luangnya dengan menulis di balik jeruji besi lembaga antirasuah itu.

Hal itu diketahui dari koleganya, I Gede Pasek Suardika usai menjenguk Anas Gedung KPK. Kata dia, Anas menuangkan pemikirannya dengan tulisan tangan dan sebagian diberikan kepada kerabat atau kuasa hukum untuk kemudian disebarluaskan ke publik.

"Ya dia nulis (tadi). Dia kadang menulis artikel, terkadang juga membuat kultweet, macam-macam. Semua ditulis dengan tangan," ujar Pasek di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2015).

Sayangnya, Pasek tidak terlalu mengetahui tulisan atau artikel apa yang saat ini tengah digarap oleh Anas. Namun, pria yang merupakan loyalis Anas ini, mengatakan bahwa menulis telah lama menjadi hobi Anas.

"Jadi (Anas) pernah liat soal wayang, (langsung) nulis soal wayang," ungkap Pasek memberi contoh. Selain menulis, senator asal Bali ini mengungkapkan, bahwa Anas biasa menghabiskan waktunya untuk saling bersenda gurau bersama tahanan lain untuk saling menghibur selama di Hotel Prodeo KPK. Beberapa di antaranya dengan Sutan Bhatoegana dan Fuad Amin Imron.

"Dari ngobrol itu ada cerita-cerita lucu (para tersangka) di rutan, ada Fuad Amin, Sutan Bathoegana juga. Banyak cerita, ada kisah pribadi masing-masing. Gaya Gus Dur gitulah, cukup menghibur, saling ngelucu," bebernya.

Mengetahui kebiasaan dari mantan Ketua Umum PB HMI itu, pria yang akan mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ini, memberi saran kepada koleganya untuk membukukan kumpulan cerita lucu yang didapat dari obrolan sesama tahanan.

"Saya bilang kepada Anas, Mas bikin saja buku 'Mati Ketawa di Rutan KPK'," tutur Pasek menirukan saat berkelakar ke Anas.

Lebih lanjut, Pasek mengatakan kepada Anas, bahwa idenya itu bisa menjadi semacam buku terapi psikologis bagi para tahanan yang akan atau sudah mendekam di Rutan KPK. Anas pun berniat mengumpulkan pengalaman dan cerita-cerita lucu itu.

Dalam menjenguk Anas kali ini, ternyata Pasek juga meminta saran dan arahan tentang niatannya yang ingin maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Demokrat. Pasek menganggap koleganya itu, memiliki pengalaman yang bisa dia petik, lantaran Anas pernah memenangkan perebutan kursi Ketua Umum Partai Demokrat di kongres sebelumnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini