KontraS Tolak Wacana KPK soal Hukuman Mati Koruptor

Awaludin, Okezone · Senin 16 Maret 2015 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 16 337 1119257 kontras-tolak-wacana-kpk-soal-hukuman-mati-koruptor-WHsIM5r3Bd.jpg Koordinator KontraS Haris Azhar (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tidak setuju koruptor dihukum mati. Pendapatnya berbeda dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang mewacanakan akan menghukum mati para koruptor agar jera dan tidak berani memakan uang rakyat.

Koordinator KontraS, Haris Azhar, kurang setuju dengan wacana yang digulirkan oleh mantan penasihat KPK Abdullah Hehamahua.

"Pada prinsipnya hukuman mati tidak menjawab problem kejahatan, dan tidak memberikan perbaikan kejahatan," tegas Haris kepada wartawan di kantor KontraS, Senin (16/3/2015).

Kata dia, para koruptor seharusnya dimiskinkan dan hapus semua hak-haknya sebagai warga Indonesia. "Kalau koruptor di hukum mati maka kewajiban mereka akan gugur itu harus dipastikan agar meminta pertanggung jawabkan perbuatannya, hartanya diambil untuk masyarakat," lanjutnya.

Untuk itu, dia meminta kepada pengamat hukum dan mantan penasehat KPK harus memikirkan wacana itu secara luas.

"Kalau saya menolak, jadi bukan membela koruptor, justru harus ada hukuman lain bagi koruptor. Kalau saya lihat, sekali korupsi dihukum 20 tahun penjara dan uangnya diambil, seharusnya itu diperberat," tegasnya.

Kata dia, hukuman mati merupakan hukuman yang kejam dan akan merugikan bangsa Indonesia. "Nantinya kita menjadi bangsa yang rugi, kita jangan panik, jangan membuat panik dan menjadi brutal," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini