nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Tunda Jamaah Risti Berangkat Haji

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2015 10:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 03 06 337 1114520 menag-tunda-jamaah-risti-berangkat-haji-GbqvmIkZ5E.jpg Menag Tunda Jamaah Risti Berangkat Haji (Foto: Dede/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini menggelar mudzakarah di Asrama Pondok Haji, Jakarta Timur. Dalam mudzakarah yang dihadiri kiai dan ulama itu menghasilkan beberapa rekomendasi, salah satunya menunda keberangkatan calon jamaah haji yang mengidap penyakit dengan risiko tinggi.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, alasan dikeluarkannya kebijakan tersebut untuk menjaga keselamatan jiwa yang bersangkutan. Sebab, menurut data yang dimiliki oleh Kemenag, angka kematian cukup tinggi dialami oleh para lansia.

"Karena setelah mempelajari grafik tiap tahunnya, angka kematian kita cukup tinggi, dan umumnya lansia yang memiliki penyakit berisiko tinggi, sebaiknya demi keselamatan jiwa dicegah," ujar Lukman ekslusif kepada Okezone di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Nantinya, tim medis akan mengkasifikasikan kesehatan calon jamaah haji dalam tiga kategori yaitu merah, kuning dan hijau. Bagi mereka yang berwarna hijau artinya sehat dan diperkenankan berangkat. Untuk yang berwarna kuning yaitu memiliki penyakit namun harus mendapatkan perawatan dan diperkenankan berangkat, sementara mereka yang berwarna merah artinya memiliki penyakit beresiko tinggi dan ditunda keberangkatannya.

Namun, lanjut Lukman, bukan berarti mereka yang memiliki penyakit berisiko tinggi tidak diperkenankan berangkat, mereka diberikan waktu selama dua musim untuk berangkat haji jika sudah sehat.

"Mereka yang seperti itu diberikan kesempatan berhaji selama dua musim (jika sudah sehat). Misalnya tahun ini seharusnya berangkat tapi terkena penyakit yang berisiko tinggi, maka dicegah. Kemudian di tahun depan 2016 dan 2017 menjadi prioritas utama, dengan asumsi mereka sudah sembuh," paparnya.

Lukman membantah kebijakan ini untuk menghalangi para lansia berhaji, namun semata-mata demi keselamatan jiwa calon jamaah itu sendiri.

"Jadi semangatnya bukan menghalangi, semangatnya justru melindungi mereka yang berisiko tinggi demi keselamatan jiwanya," tuturnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini