Share

Pernyataan Tony Abbott Hina Korban Tsunami Aceh

Rizka Diputra, Okezone · Selasa 24 Februari 2015 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 24 337 1109688 pernyataan-tony-abbott-hina-korban-tsunami-aceh-zcgiHuP3QR.jpg pernyataan Tony Abbott hina korban tsunami Aceh (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil menilai aksi penggalangan koin untuk Australia yang marak terjadi belakangan ini sangat wajar terjadi. Pasalnya, rakyat Indonesia sangat geram oleh ulah Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang mengungkit bantuan bencana tsunami pada 2004 silam, di tengah momentum jelang hukuman mati terhadap dua warganegaranya.

"Jadi memang ini semacam simbol terhadap reaksi dari Abbott. Banyak kalangan yang menyampaikan ke saya, kecewa dengan Aussie dengan pernyataan Abbott itu," terang Nasir dalam perbincangan dengan Okezone, di Jakarta, Senin (23/2/2015) malam.

Legislator asal Aceh ini mengungkapkan, berbagai mahasiswa yang pernah berkuliah di negeri kanguru itu juga konon membicarakan masalah ini, dan berhasrat mengembalikan bantuan beasiswa yang mereka terima dari Aussie.

"Jadi, enggak pantaslah seorang PM (Perdana Menteri-red) sampaikan hal itu. Walaupun sudah dibantah, tapi mreka meyakini itu asli yang sebenarnya. Membantah itu merupakan karena reaksi, padahal yang sebenarnya," terang Nasir.

Menurutnya, pernyataan Abbott itu sama saja dengan menghina korban bencana tsunami. Terutama yang meninggal dunia akibat bencana maha dahsyat itu.

"Ini sangat menghina sekali sehingga aksi solidaritas sedang berlangsung di Banda Aceh. Ini menyangkut harga diri masyarakat Aceh dan pemerintah Indonesia," sesalnya.

Nasir menambahkan, dirinya akan turut serta mengantarkan langsung koin tersebut ke kantor Kedutaan Besar Australia sebagai bentuk protes terhadap pernyataan kontroversial Abbott. Sebelumnya, berbagai komponen masyarakat ikut mengumpulkan koin untuk Australia.

Di antaranya LSM, para pengungsi di Aceh Barat yang dahulu mendapat bantuan rumah dari Australia, sejumlah pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat umum lainnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini