nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tunda Hukuman Mati, Kedaulatan Hukum Indonesia Lemah

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Sabtu 21 Februari 2015 04:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2015 02 21 337 1108593 tunda-hukuman-mati-kedaulatan-hukum-indonesia-lemah-4iIUIVfLeo.jpg Myuran Sukuraman dan Andrew Chan (foto: AFP)

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Abubakar Alhabsyi mengatakan penundaan eksekusi hukuman mati kepada Andrew Chan (31) dan Myuran Sukumaran (33), menandakan lemahnya kualitas diplomasi Indonesia.

"Penundaan eksekusi mati (warga Australia) lantaran ancaman boikot menunjukkan lemahnya kualitas diplomasi Indonesia," tuturnya saat dihubungi Okezone di Jakarta.

Menurutnya, sebagai negara yang berdaulat, Indonesia seharusnya memiliki kemampuan dan keberanian untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku, termasuk melakukan hukuman mati.

"Jika penegakan hukum di Indonesia dapat diintervensi dengan ancaman boikot, ini berarti kedaulatan hukum negara ini sangat lemah, karena sudah takluk dengan ancaman boikot," ungkapnya.

Politikus PKS ini, menuturkan Australia harus menghormati sistem hukum Indonesia sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Lanjutnya, Indonesia sendiri jangan sampai mau terintervensi dengan ancaman boikot seperti itu.

"Sistem hukum yang ada harus berjalan sebagai mana mestinya, jangan sampai terlihat lembek dimata dunia, nanti negara lain juga mengikuti apa yang dilakukan oleh Australia," tandasnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini