nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ruki Minta Tambahan 50 Penyidik ke Polri

Bayu Septianto, Jurnalis · Sabtu 21 Februari 2015 04:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 02 21 337 1108586 ruki-minta-tambahan-50-penyidik-ke-polri-5VdJdVy4Ye.jpg

JAKARTA - Pasca-dilantik menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiequrachman Ruki mengaku lembaga antikorupsi itu kekurangan jumlah penyidik dan penuntut umum sehingga terdapat banyak perkara yang hingga kini belum terselesaikan.

"Soal kondisi personal akibat perkara yang belum selesai, kita (KPK) saat ini kekurangan penyidik," ujar Ruki usai bertemu pimpinan Polri di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2015).

Ruki pun telah meminta kepolisian untuk mengirimkan sebanyak 50 penyidik ke KPK. Permintaan itu langsung disampaikan Ruki kepada Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti yang didampingi Kabareskrim Komjen Pol Budi Waseso.

"Jadi tadi saya minta penyidik sebanyak 50 orang. Sudah diiyakan oleh Kabareskrim. Pak Kapolri pun siap, besok dikirimkan," jelasnya.

Tak hanya ke Kepolisian, mantan Ketua KPK periode 2003-2007 itu juga akan meminta tambahan jumlah penuntut umum ke Kejaksaan Agung. Dirinya berencana bertemu dengan Jaksa Agung H.M Prasetyo untuk melakukan koordinasi terkait pemberantasan korupsi dan juga permintaannya menambah jumlah penuntut umum dari Kejagung.

"Bagaimana Jaksa Agung, sama juga saya akan menyampaikan hal yang sama. Begitu juga dengan Kejagung, baru Senin depan kita akan bicarakan," ungkapnya.

Ruki pun mengenang saat masa-masa awal KPK dibentuk. Menurut purnawirawan jenderal bintang dua itu, komunikasi antara Pimpinan KPK dengan Polri sudah terjalin dengan baik sejak dulu. KPK juga selalu mendapatkan bantuan Polri jika kekurangan dalam hal tertentu, seperti kekurangan jumlah penyidik. Demikian pula sebaliknya, Polri juga sering meminta bantuan kepada KPK untuk menyelesaikan suatu masalah.

"Dulu kami minta penyidik. Begitu dikasih, kami didik dulu. Mendidiknya pun di Akpol tiga bulan. Sekarang mereka jadi penggerak di KPK," kenang Ruki.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini