nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahfud MD: Kasus Abraham Samad Tidak Rugikan Negara

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 06 Februari 2015 14:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 02 06 337 1102315 mahfud-md-kasus-abraham-samad-tidak-rugikan-negara-imXviAyCDB.jpg Ketua KPK Abraham Samad

JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menjelaskan, kasus hukum yang menimpa Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad bukan permasalahan serius.

Menteri Pertahanan di era Presiden Gus Dur ini menerangkan, terdapat dua jenis pelanggaran hukum, yakni katagori Mala In Se dan Mala Prohibita. Mala In Se adalah orang yang melanggar hukum dan merugikan masyarakat. Sedangkan Mala Prohibita, adalah orang yang melanggar hukum tapi sebenarnya tidak merugikan apa-apa.

"Seperti orang yang mencantumkan nama di Kartu Keluarga karena untuk keperluan praktis, itu kan tidak merugikan apa-apa dan itu Mala Prohibita," kata Mahfud, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/2/2015).

Mahfud mengungkapkan, saat ini banyak pejabat negara dan hakim melakukan pelanggaran dengan jenis Mala Prohibita, termasuk juga dirinya.

"Seperti saya waktu jadi Menteri, tanpa minta surat pindah tiba-tiba datang KK dan KTP baru sebagai penghuni rumah dinas negara misalnya. Padahal saya tidak minta itu, itu kan melanggar hukum tapi tidak melanggar rasa keadilan. Meskipun aturannya tidak memperbolehkan dan banyak pejabat begitu," ungkap Mahfud.

Untuk itu, lanjut Mahfud, dirinya melihat kasus yang menimpa pimpinan KPK, Abraham Samad, hanya bersifat Mala Prohibita dan bukan permasalahan yang serius dalam hal pemalsuan dokumen.

"KPK adalah anak kandung reformasi, menyelamatkan negara adalah dengan terus memberantas korupsi, ke depan negara ini harus baik. KPK dan Polri harus bersinergi dalam menangani kasus-kasus," ucapnya.

(isn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini