nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa "Hadiahi" Abraham Samad Kondom dan Celana Dalam

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 05 Februari 2015 14:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 02 05 337 1101810 mahasiswa-hadiahi-abraham-samad-kondom-dan-celana-dalam-XwRgrRmO2S.jpg Mahasiswa "Hadiahi" Abraham Samad Kondom dan Celana Dalam (Foto: Fakhrizal fakhri)

JAKARTA - Solidaritas Aksi Mahasiswa Anti Demoralisasi (Samad) menggeruduk Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka berniat menggelar aksi damai dan "menghadiahi" Ketua KPK, Abraham Samad, sebuah paket berisi kondom dan celana dalam.

Mereka melakukan hal tersebut, terkait beredarnya foto mesum mirip Abraham Samad dengan sejumlah perempuan, yang kini kebenarannya masih menjadi perdebatan. "Hadiah" tersebut diberikan mahasiswa dan diterima oleh perwakilan KPK.

Koordinator Aksi, Andi Kurnia, mengatakan, KPK selama di bawah kepemimpinan Samad, mengalami kemelut luar biasa dengan Polri. Ini terjadi karena syahwat politik Samad yang tak terbendung.

"Harus jujur kita sampaikan, bahwa fenomena politik teranyar adalah dari perilaku seorang Abraham Samad (AS), karena semenjak lembaga yang dipimpin olehnya memiliki kewenangan luar biasa, sehingga menyebabkan konflik KPK-Polri, karena Samad menempatkan KPK sebagai tameng untuk syahwat politiknya demi meraih kekuasaan," katanya dalam siaran pers bertajuk 'Dagelan & Kegaduhan Hukum Ala Abraham Samad', yang diterima di Gedung KPK, Kamis (5/2/2015).

Andi menambahkan, bukan hanya Ketua KPK yang terbelit persoalan, tetapi komisioner lainnya seperti, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain juga tersangkut kasus hukum.

"Artinya semua Komisioner KPK ternyata menyembunyikan borok yang sangat busuk sehingga terbongkar seperti sekarang ini," tambahnya.

Untuk itu, pihaknya menuntut Samad mundur dari posisinya sebagai Ketua KPK yang diikuti oleh Komisioner lainnya yang bermasalah.

"Presiden harus jeli melihat persoalan ini, sehingga bisa melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri, dalam menjunjung tinggi hukum sebagai panglima," tandasnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini