Hendropriyono: Saya Difitnah Kasus Talangsari

Angkasa Yudhistira, Okezone · Senin 29 Desember 2014 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 26 337 1084321 hendropriyono-saya-difitnah-kasus-talangsari-19QfiA0lrX.jpg AM Hendropriyono: Saya Difitnah Kasus Talangsari (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Nama mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono, kerap dikaitkan sebagai dalang aksi kekerasan di Talangsari, Lampung, yang terjadi beberapa tahun silam itu.

Menanggapi hal itu, Hendropriyono mengatakan bahwa tudingan tersebut adalah fitnah tanpa memiliki dasar yang jelas. “Saya difitnah kasus Talangsari. Itu pertempuran, anak buah saya juga banyak yang mati. Asal bentrokan, dibilang pelanggaran HAM,” kesal Hendropriyono saat berbincang dengan redaksi Okezone, di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Hendro, tak semua bentrokan adalah bentuk pelanggaran HAM. “Kalau orang berontak, nyerang, masa itu pelanggaran HAM. Jangan asal nuduh,” tegasnya.

Jika kasus Talangsari yang terjadi pada kisaran 1989 itu disebut sebagai kasus pelanggaran HAM, Hendro mengatakan bahwa dirinya akan menentangnya.

“Talangsari disebut pelanggaran HAM, saya akan tentang, dimananya?.

Saya tahu ada yang bayarin untuk nyerang saya (sebagai pelaku). Saya tahu, tapi saya enggak mau jahil. Kalau terpaksa, saya bisa bongkar semua,” ucapnya.

AM Hendropriyono (foto: Arif Julianto/Okezone)

Dalam penyelidikan yang telah dilakukan pada saat itu, Hendro mengatakan tak ada satu pun penyidik yang menyebut bahwa namanya terlibat dalam kasus Talangsari. “Kita ada aturan hukum. Sejak awal penyelidikan dan penyidikan, tidak satu pun nama saya disebut,” kata Hendro.

Diakuinya, bahwa dia tak pernah menghadiri panggilan dari Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Talangsari. Sebab, Hendro mengatakan TPF secara hukum tidak memiliki hak sedikit pun untuk melakukan pemanggilan.

“Kalau diperiksa polisi, saya mau. TPF mau saya datang, ya datang ke rumah saya saja. Tapi dia (TPF) malah manggil. Saya enggak mau, mana aturannya kamu manggil orang? Dalam Undang-undang apapun tidak ada kewengan dia untuk memanggil. Itu kan ada aturannya. Kalau yang panggil pengadilan, polisi, saya datang,” bebernya.

(uky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini