JK: Aceh Banyak Berubah Pascatsunami

ant, · Kamis 25 Desember 2014 19:38 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 25 337 1083926 jk-aceh-banyak-berubah-paska-tsunami-Y9OzlreJ4v.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Dok. Okezone)

BANDA ACEH - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai Aceh sudah banyak mengalami perubahan terutama dengan meningkatnya pembangunan paska bencana tsunami 10 tahun lalu. Menurutnya, kehidupan masyarakat saat ini sudah kembali normal.

"Pasti banyak hal yang berubah seperti semangat, fasilitas, bangunan dan begitu banyak yang sudah berubah. Tapi yang terpenting masyarakat tetap semangat," kata JK di Banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam, Kamis (25/12/2014).

JK mengaku bahagia bisa bertemu kembali dengan masyarakat Aceh yang satu dekade lalu ditimpa bencana.

"Tentu saja saya bahagia bertemu rekan-rekan yang 10 tahun lalu berjumpa dan kini mereka sudah semangat lagi," katanya.

Peringatan 10 tahun tsunami Aceh diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Aceh bekerjasama dengan BNPB, BMKG, Kementerian ESDM, Kementerian Pariwisata, dan UKP4.

Peringatan tersebut berlangsung mulai tanggal 25 sampai 28 Desember 2014, terdiri dari beberapa rangkaian acara yaitu Aceh Berzikir, upacara peringatan 10 tahun tsunami, pameran kebencanaan, seni kreatif, pameran foto bertema Rekonstruksi dan Pengurangan Risiko Bencana, Malam Kesenian Aceh/Malam Apresiasi, dan Run ID/Tsunami 10 K.

Acara peringatan 10 tahun tsunami akan dihadiri perwakilan dari 34 negara, di antaranya akan hadir Perdana Menteri Singapura dan Perdana Menteri Malaysia, duta besar dari berbagai negara, lembaga bilateral serta multilateral lainnya.

Bencana tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 9,3 SR yang berpusat di 3,3 LU - 95,98 BT. Gempa tersebut menimbulkan getaran kuat dan patahan sepanjang ± 1200 km yang membentang dari Aceh sampai ke Andaman.

Berdasarkan data dari Pemerintah Daerah Aceh, tsunami mengakibatkan 126.741 jiwa meninggal, 93.285 jiwa hilang, 500 ribu orang kehilangan tempat tinggal, dan hampir 750 ribuorang kehilangan pekerjaan.

Turut serta mendampingi Wapres, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi. (Put)

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini