nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Densus 88 Tangkap Dua Teroris Jaringan Santoso di Poso

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 15 Desember 2014 14:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 15 337 1079428 densus-88-tangkap-dua-teroris-jaringan-santoso-di-poso-JEWf3ywyMv.jpg Densus 88 Tangkap Dua Teroris Jaringan Santoso di Poso (Foto: Okezone)

JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri menangkap dua tersangka teroris di dua tempat yang berbeda, yakni di Poso dan Parigi Moutong. Keduanya diduga kelompok teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

"Pada Rabu 10 Desember pukul 06.19 Wita telah dilakukan penangkapan terhadap tersangka teroris atas nama Ahmad Wahyono alias Yono Adem ," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Pol Agus Rianto saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Menurut Agus, Yono Adem ditangkap saat berada di perempatan Jalan Kalimantan dan Jalan Pulau Seram, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Yono diduga memiliki peran sebagai bendahara dan penyuplai logistik bagi kelompok Santoso yang ada di pegunungan.

Selain itu, Yono juga mengetahui peristiwa bom yang terjadi di Mapolres Poso pada 3 Juni 2013. Rumah Yono, lanjut Agus dijadikan tempat perakitan bom sebelum peledakan tersebut terjadi.

"Yang bersangkutan juga mengetahui bom di Polres Poso, karena dirakit di rumah bersangkutan," kata dia.

Pada hari berikutnya, Kamis 11 Desember 2014, polisi juga berhasil menangkap seorang tersangka teroris di Jalan Trans Sulawesi, Tinombo, Kabupaten Parigi Maoutong, Sulawesi Tengah.

"Kita juga menangkap seorang atas nama FM alias Farid Ma'ruf alias Farid Tinombo, seorang pedagang yang beralamat di Desa Tinombo, Dusun 1 Siavu, Parigi Mauotong," bebernya.

Farid diduga terlibat pelatihan militer yang diselenggarakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso. Ia juga terlibat meracik bom bersama Yono Adim dan diduga ikut melemparkan bom kepada anggota pada saat penangkapan Ustad Yasin dan Kholid di Kanyamanya, Poso.

"Farid pernah bersembunyi di Pondok Daeng Koro dan sebagai penerus bendahara kelompok Santoso. Kita juga masih melakukan pendalaman terhadap keduanya," pungkasnya. (fmi)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini