Dubes Amerika Ziarah ke Makam Gus Dur

Nurul Arifin, Okezone · Kamis 11 Desember 2014 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 11 337 1077813 dubes-amerika-ziarah-ke-makam-gus-dur-BWTzuilHVV.jpg Dubes Amerika ziarah ke makam Gus Dur (Foto: Okezone)

JOMBANG - Duta Besar (Dubes) Amerika untuk Indonesia Robert O. Blake, Jr mengunjungi makam Presiden RI ke-IV KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks Makam Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang. Rombongan Kedubes Amerika ini ditemui Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah).

Rombongan Kedubes ini, tiba di Ndalem Kasepuhan sekira pukul 10.00 WIB. Usai beramah tamah di Ndalem Kesepuhan bersama Gus Solah, Robert O. Blake, Jr menuju kompleks makam di belakang pesantren untuk melakukan tabur bunga di makam Gus Dur. Dengan dipandu Gus Solah, dijelaskan beberapa makam yang satu kompleks dengan makam Gus Dur. Di antaranya, Makam KH Hasyim 'Asy'ari, KH Wahid Hasyim dan KH Yusuf Hasyim.

Setelah acara tabur bunga, rombongan Kedubes mengunjungi beberapa tempat di Ponpes Tebuireng. Seperti Ma'had Aly Hasyim 'Asy'ary dan Bookstrore Ponpes Tebuireng. Robert O. Blake, Jr mengatakan, kunjungan ke Tebuireng ini merupakan pertama kalinya selama menjabat sebagai Dubes.

"Ini adalah kunjungan pertama saya. Selama ini saya mendengar nama besar Gus Dur dan baru kali ini bisa berziarah ke makamnya," kata Robert saat di Ndalem Kasepuhan, Ponpes Tebuireng, Jombang, Kamis (11/12/2014).

Ia mengatakan, kedatangannya ke Tebuireng ini untuk mengetahui ajaran dan peninggalan Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang religius namun memiliki ajaran tentang toleransi, demokrasi dan kemajemukkan. Di Amerika, sosok Gus Dur ini seperti Martin Luther King.

"Saya sangat senang. Gus Dur mengajarkan demokrasi, Hak Asasi Manusia dan anti kekerasan. Ajaran Gus Dur sangat baik bagi kehidupan dan perkembangan generasi muda di Indonesia," katanya.

Kata O Blake, ajaran-ajaran Gus Dur sangat diperlukan di tengah kondisi dunia saat ini. Dan Indonesia menjadi contoh positif di bidang toleransi dan kemajemukan. Seperti yang terjadi di Timur Tengah, Myanmar dan lain-lain.

"Peran Gus Dur sangat besar semakin menumbuhkan saling menghargai dan toleransi terhadap sesama," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini