nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Munir Dianugrahi Tokoh Muda Pembela HAM

Fiddy Anggriawan , Jurnalis · Senin 08 Desember 2014 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2014 12 08 337 1075957 munir-dianugrahi-tokoh-muda-pembela-ham-e6sY2IneRq.jpg Munir Dianugrahi Tokoh Muda Pembela HAM (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memberikan penghargaan Anugerah HAM 2014 kepada dua tokoh Nasional yakni Munir Said Thalib dan Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo, guna memperingati Hari HAM se-dunia.

Meski keduanya telah meninggal dunia. Namun, mereka dianggap sebagai tokoh-tokoh yang layak mendapatkan apresiasi, atas jasa-jasanya yang dinilai luar biasa dalam memperjuangkan perlindungan HAM.

Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Siane Indriani, mengatakan almarhum Munir adalah tokoh muda pembela (Human Right Defender) yang sangat konsisten, pekerja keras, dan berani dalam memperjuangkan hak-hak asasi para korban pelanggaran HAM, hingga akhir hayatnya.

"Munir pernah menangani sejumlah kasus pelanggaran HAM yang mendapat banyak perhatian masyarakat, seperti kasus Waduk Nipah Madura, pembunuhan aktivis buruh Marsinah, kasus Timor Timur, dan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, seperti penghilangan orang secara paksa, Talangsari, Semanggi I, Semanggi II, Tanjung Priok, dan lain-lain," ungkap Siane dalam keterangan persnya, Senin (8/12/2014).

  Ilustrasi Mengenang Munir

Dia menjelaskan, Munir meninggal dunia dalam perjalanan menuju Amsterdam, di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2004. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Sementara, almarhumah Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo adalah Menteri Perburuhan pertama Indonesia (1947-1948) dan menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia, yang dikenal konsisten memperjuangkan HAM.

"Dialah yang mengusulkan agar HAM menjadi pasal khusus dalam UUD 1945. Meskipun sempat menimbulkan perdebatan panjang dalam hal perlindungan hak warga Negara, usulan Maria Ulfah ini menemukan jalannya ketika beberapa kali amandemen UU 1945 yang memasukkan banyak pasal tentang HAM," tutur Siane.

Maria Ulfah, lanjut Siane, juga dikenal sebagai aktivis perempuan yang gigih memperjuangkan hak politik, anti poligami dan menentang perkawinan di bawah umur.

Proses pemilihan penerima Anugerah HAM dilakukan secara bertahap oleh tim penilai independen yang terdiri dari Jimly Asshiddiqie, Hassan Wirajuda, Makarim Wibisono, Anugerah Pekerti, Saparinah Sadli, Zoemrotin K. Susilo, Bagir Manan.

Ini merupakan kali pertama Komnas HAM memberikan penghargaan kapada para tokoh yang dianggap berjasa, selanjutnya penghargaan ini rencananya akan dilakukan setiap tahun.

Penghargaan ini juga merupakan wujud apresiasi kepada orang-orang yang layak menjadi inspirasi dan panutan bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menegakkan, menghormati, dan memajukan HAM.

Penyerahan penghargaan Anugerah HAM ini secara resmi akan dilakukan dalam peringatan Hari HAM sedunia 10 Desember 2014 yang akan diadakan di Kantor Komnas HAM. Acara tersebut akan dirangkai dengan Pentas Seni Peduli HAM yang akan dimeriahkan dengan Kolaborasi Musik dan Lukis HAM oleh, Sujiwo Tejo, Cak Kandar, dan Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar.

Sejumlah artis, seperti Bimbo, Delon, Kerispatih, Siti Badriyah dan Saskia Gotik juga akan memeriahkan acara tersebut. Khusus untuk Munir, penghargaan akan diserahkan kepada isteri almarhum Munir, Suciwati pada Senin, 8 Desember 2014 di Omah Munir, Malang karena ada sejumlah kesibukan yang dilakukan oleh Suciwati dalam rangkaian hari HAM se-dunia.(fid)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini