nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seberapa Sering Jokowi Bilang "Bukan Urusan Saya"?

Angkasa Yudhistira, Jurnalis · Jum'at 05 Desember 2014 07:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 12 05 337 1074939 seberapa-sering-jokowi-bilang-bukan-urusan-saya-4HgL2IcZAy.jpg seberapa sering Jokowi sebut kalimat "BUkan Urusan Saya?"

JAKARTA – “Bukan Urusan Saya” mendadak meramaikan media social Twitter. Alasannya, kalimat itu kerap dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menanggapi beberapa isu yang dilontarkan para pewarta, paling terkini adalah soal tewasnya demonstran di Makassar.

Jokowi memang tidak secara langsung menyebut “bukan urusan saya”, saat itu, mantan Wali Kota Solo itu mengatakan bahwa hal tersebut menjadi urusan polisi. “Itu sebenarnya di kepolisian,” ujar Jokowi di Istana Bogor, Jumat 28 November 2014.

Namun, pelimpahan wewenang suatu kasus pada pihak yang berkaitan langsung pada pihak terkait oleh sang Presiden, membuat netizen terus berkicau dan membuat #bukanurusansaya menjadi trending topic di dunia beberapa waktu lalu. Bahkan diantaranya membuat Meme atau gambar rekayasa tentang “bukan urusan saya”.

“Bukan urusan saya”, sebenarnya sudah kerap dikeluarkan oleh Jokowi saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Beberapa kasus yang berhasil dihimpun Okezone, yang terjadi di Pemprov DKI ditanggapi Jokowi dengan “bukan urusan saya”. Salah satunya, soal dugaan korupsi yang terjadi di Pemprov DKI, adalah wewenang Korupsi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kala itu, Jokowi mengatakan bahwa urusannya adalah jalannya pemerintahan ke depan. “Urusan saya mengenai perbaikan ke depan. Kalau sudah dilaporkan bukan masalah saya. Kalau sudah masuk ke KPK ya urusan KPK, masuk ke polisi, urusan polisi, jaksa ya urusan jaksa,” ujar Jokowi.

Hal serupa juga dikatakannya saat dimintai pendapat soal semerawutnya pembagian Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang diserahkannya pada Dinas Pendidikan DKI. "Kembali lagi, urusan teknis-teknis seperti itu, kamu tuh semuanya suruh ke saya. Bus juga. Tugas gubernur masa ngurusi ucrit-ucrit kayak gitu," kata Jokowi.

Saat ditemukannya penyalahgunaan rusun yang dijadikan tempat tinggal simpanan atau pasangan selingkuh, Jokowi kembali menyerahkan pada pihak terkait. "Urusan kasus satu-satu ditanyain. Tanya ke kepala Rusun lah, masa masalah perselingkuhan ditanyai ke saya. Tanya sana ke kepala Rusun," ucapnya saat itu.

Tentang jembatan penghubung Blok G dan Blok F yang bergeser dari konstruksinya pada April 2014, Jokowi yang saat itu menjadi Gubernur pun seolah lepas tangan. Padahal, jembatan yang dinanti-nanti oleh pedagang Blok G ini miring sekitar 10-15 derajat karena pergeseran tersebut.

“Jembatan kayak gitu urusan Dirut Pasar Jaya. Enggak usah gubernur. Itu urusan kecil kok, enggak usah gubernur,” kata dia.

Kemudian, pada Kamis, 28 Agustus 2014, kanopi di Gedung Blok G Kompleks Balai Kota roboh, dan Jokowi yang sang saat itu telah menjadi Presiden terpilih enggan berkomentar. "Kanopi ditanyakan ke saya. Tanya ke Dinas Perumahan, itu bangunan tahun berapa itu," ucapnya.

Bergeser ke Maret 2013, Joko Widodo saat itu menyatakan tidak tahu soal sengketa tanah taman Bersih Manusiawi Berwibawa (BMW) yang akan dibangun menjadi stadion markas tim sepak bola Persija. Dia hanya tahu bahwa tanah tersebut diserahterimakan pada zaman Sutiyoso dari tujuh pengembang dan perlu disertifikatkan agar bisa dibangun aset Pemprov.

Tentang dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) sengketa tanah hasil laporan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto menurut Jokowi bukan urusannya.

“KKN, KKN yang dulu-dulu dong, urusan saya menyelesaikan sertifikat. Sertifikat rampung, bangun. Ngapain urusin yang dulu-dulu, enggak ngerti urusan yang dulu-dulu seperti apa nggak tahu,” katanya.

Dan kasus korupsi pengadaan bus Transjakarta yang sempat heboh lantaran bus yang baru didatangkan dari negeri Tiongkok itu dalam keadaan berkarat, ditangani oleh Kejaksaan Agung yang terus mendapat desakan dari beberapa kalangan agar memeriksa Jokowi selaku Gubernur yang bertanggungjawab atas pengadaan bus tersebut.

"Itu sudah masuk wilayah hokum. Sudah masuk wilayah hukum, wilayah hukum, wilayah hukum. Sudah lah, bukan urusan saya lagi," kata dia.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini