Akhir Drama Konflik PPP Ada di PTUN

Winda Eka Riyani, Okezone · Senin 03 November 2014 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 03 337 1060179 akhir-drama-konflik-ppp-ada-di-ptun-vljP15rOIi.jpg Akhir drama konflik PPP ada di PTUN (Foto: Okezone)
JAKARTA - Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kian meruncing. Setelah sebelumnya kubu Romahurmuziy (Romy) menggelar Muktamar VIII di Surabaya pada pertengahan Oktober lalu, kemarin, kubu Suryadharma Ali (SDA) juga menggelar Muktamar VIII di Jakarta. Menariknya, kedua kubu sama-sama mengklaim menggelar muktamar yang sah.

Menurut pakar komunikasi politik Charta Politika, Arya Fernandes, menjamurnya permasalah internal dari partai kakbah itu hanya bisa diselesaikan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Karena selalu mengadu kekuatan satu sama lain, ini semua hanya bisa diselesaikan melalui hukum pengadilan, ya kita tunggu saja," kat Arya saat berbincang dengan Okezone, Minggu (2/11/2014) malam.

Saling klaimnya keabsahan muktamar, kata dia, karena kedua kubu ini menganut asas politik yang berbeda.

"Ini semua karena penggunaan asas politik yang berbeda, jika SDA menganggap dirinya masih memiliki power (kekuatan) sebagai Ketua Umum PPP ditambah mendapat dukungan dari elite KMP, lain halnya Romy yang berkeyakinan masa jabatan SDA sudah berakhir sehingga mengklaim putusan muktamarnyalah yang sah saat ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Menhukam Yasonna Hamonangan Laoly telah mengeluarkan surat keputusan tentang pengesahan perubahan susunan kepengurusan DPP PPP dan hanya mengakui kubu Romy. Jika ada yang tidak setuju dengan keputusan itu, Yasonna mempersilakan untuk menggugat ke PTUN.

Dalam keterangannya, Yasonna mengaku telah menandatangani surat keputusan tersebut pada Selasa lalu dan dikeluarkannya surat keputusan itu didasari pada kajian yang telah dilakukan Kemenhukam.

Terkait itu, SDA melaporkan keputusan yang dikeluarkan Kemenhukam yang mengesahkan kepengurusan PPP versi Romy ke PTUN. Dalam laporannya, PPP kubu SDA meminta keputusan Kemenhukam itu dibatalkan.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini