Share

Koperasi Harus Jadi Pendorong Kesejahteraan Sosial

Arief Setyadi , Okezone · Rabu 20 Agustus 2014 01:51 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 20 337 1026997 3A3n3jIQy2.jpg ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Persoalan administrasi koperasi di Indonesia hingga saat ini belum terbilang baik, dan saat ini sudah saatnya diakhiri dengan peningkatan sumber daya manusia pengelola koperasi melalui perbaikan administrasi koperasi yang profesional.

Bila ini dilakukan bukan hal mustahil bangsa Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Salah satu yang menjadi penghalang koperasi menjadi bisnis skala besar secara internal adalah pada kualitas sumber daya manusia, pelaksanaan prinsip koperasi, dan sistem administrasi bisnis yang masih rendah," kata Deputi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Braman Setyo sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Menurut Braman, kendala yang dihadapi koperasi Indonesia sangat kompleks karena bukan hanya persoalan dari faktor internal tetapi juga eksternal. Sehingga tidak heran jika kemampuan koperasi di Indonesia masih tergolong rendah dalam memanfaatkan peluang.

ย 

Kendati masih ada juga beberapa koperasi yang bisa memenuhi target untuk menjadi Koperasi Skala Besar (KSB) baik dari sisi aset, jumlah anggota, maupun volume usaha mereka di antaranya Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG), Kospin Jasa Pekalongan dan KSP Artha Prima di Jawa Tengah.

Dia berharap koperasi mengalami perkembangan pesat dan tidak perlu khawatir tidak mendapat dukungan pemerintah, karena pemerintah siap untuk memberikan akses informasi dan fasilitasi dalam rangka peningkatan kapasitas.

"Kita upayakan agar koperasi semakin meningkatkan profesionalisme dimulai dengan pembenahan administrasi bisnis yang berstandar bisnis," tukasnya.

Sementara itu, aktivis Sukarelawan Indonesia untuk Perubahan, Airlangga Pribadi mengatakan dalam sejarah Indonesia, koperasi memang telah memainkan peran penting yang membangun semangat tolong-menolong.

Terlebih koperasi juga memiliki peran dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia mulai dengan Serikat Islam sebagai salah satu organisasi ekonomi yang efektif menghadapi kekuatan-kekuatan ekonomi besar kolonial.

"Partai-partai politik di Orde Lama bisa hidup dan mandiri karena memperkuat basis-basis politik melalui usaha koperasi, jadi terlihat lebih lepas dari support pemerintah,โ€ terangnya.

Sayangnya, ia mempertanyakan keberadaan koperasi saat ini tidak berkembang di Indonesia dan terkesan diabaikan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk kembali menguatkan keberadaan koperasi.

โ€œPeran pemerintah lebih dalam konteks pemberdayaan dan pembinaan tata kelola,โ€ pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini