nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini "Obat" Kurangi Angka Penggangguran di Indonesia

K. Yudha Wirakusuma, Jurnalis · Sabtu 17 Mei 2014 21:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2014 05 17 337 986399

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cenderung agak lemah, akibat imbas ekonomi global menjadi salah satu sebab menurunnya penyerapan tenaga kerja.  

 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran per-Februari 2014. Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 5,7 persen atau 7,15 juta jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan Februari 2013 yang sebesar 5,82 persen (7,2 juta jiwa) maupun Agustus 2013 yang 6,17 persen (7,41 juta jiwa).

 

Dunia pendidikan dinilai mampu untuk mengurangi angka penggangguran di Tanah Air.

 

"Tidak ada gunanya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,9 tapi tidak bisa bekerja," kata penggiat pendidikan Marsudi Wahyu Kisworo, dalam keterangannya, Minggu (17/5/2014).

 

Dunia pendidikan, harus putar otak agar dapat membantu mengurangi angka penggangguran. Sebab 90 persen sarjana S-1 di Indonesia lebih berkeinginan untuk langsung bekerja.

 

“Mungkin yang sekolah lagi mau jadi Master atau Doktor tidak sampai 10 persen. Nah ini kan kontradiksi, S-1 tidak didisain untuk bekerja padahal lulusan S-1 maunya langsung bekerja”, ungkapnya.

 

Rektor Perbanas Institute ini menuturkan, sering ditemui sarjana mesin tapi begitu mobilnya rusak dia tidak bisa memperbaiki, atau sarjana pertanian tapi suruh jadi petani tidak bisa. Karena memang sarjana S1 tidak didisain jadi tukang atau bekerja.

 

Di sini, lanjut Master IT lulusan Curtin University of Technology Australia ini, sejak tahun 2012 ada modifikasi dengan membuat sarjana standar S-1 yang memenuhi syarat keilmuan tapi ditambahkan hal tertentu yang memungkinkan mereka bisa bekerja. Di Perbanas Institute, dilakukan diawal menjadi mahasiswa dengan mendesain kurikulum berbasis kompetensi.

 

Sekedar diketahui, Perbanas Institute berhasil menggelar ajang Job Fair 2014 yang merupakan penyelenggaraan yang ke 4 sejak tahun 2011. Pada 13 dan 14 Mei 2014 lalu di Kampus Perbanas Institute Kuningan Jakarta.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini