SBY Dinilai Lemah Perangi Diskriminasi Agama

Dony Aprian, Okezone · Senin 17 Februari 2014 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 16 337 941771 CW6Cta4gG5.jpg Presiden SBY (Foto: Runi Sari/Okezone)

JAKARTA - Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan HKBP Filadelfia mengeluhkan sikap pemerintah yang dianggap tidak tegas dalam menyikapi masalah diskriminasi antarumat beragama.

Hal itu disampaikan sekaligus sebagai masukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Februari tahun ini merupakan tahun ke dua selama dua tahun kami selalu datang ke sini untuk beribadat. Kami didiskriminasi tidak boleh beribadat di gereja masing-masing di Bogor dan Bekasi. Kami sesalkan SBY lemah dalam menyikapi hal tersebut," tegas Juru Bicara Gereja GKI Yasmin, Bona Sigalingging, Minggu (16/2/2014).

Bahkan, kata dia, jika jemaat gereja tersebut ingin beribadat harus dengan cara sembunyi-sembunyi.

"Tiap dua minggu rutin sejak dua tahun lalu kita beribadat di sini, kadang dua minggu berikutnya jemaat GKI Yasmin ngumpet-ngumpet di rumah jemaat. Melarang orang beribadat merupakan praktik komunis berarti dia (SBY-red) menganut paham itu," tuturnya.

Jika tidak ingin dianggap lemah, kata dia, SBY harus bersikap tegas dan tidak membiarkan perilaku diskriminasi.

"Perkembangan terakhir sampai Mahkamah Agung, sudah ada putusan, tapi Pemda tidak mau melaksanakan putusan itu. Bahkan Mendagri dan Menteri Agama menolak putusan Mahkamah Agung," keluhnya.

"Makanya kita selalu beribadat di sini untuk mengingatkan Presiden, bahwa ada kepala daerah di Bekasi dan Wali Kota Bogor melanggar putusan pengadilan. Sekarang sebagai kepala pemerintahan tertinggi, SBY harus tanggung jawab untuk memastikan hukum tegas di Indonesia," timpalnya lagi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini