Ini Jurus Pemerintah Atasi Masalah Pengangguran

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Kamis 06 Februari 2014 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2014 02 06 337 937099 xZI4xr9kEC.jpg Muhaimin Iskandar (Foto: Runi Sari/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah berupaya dalam meminimalisir persoalan pengangguran di Tanah Air. Hal itu dapat dilakukan di antaranya dengan memperbanyak pelatihan keterampilan kerja sesuai kebutuhan industri dan penyebaran kewirausahaan.

Selain itu, pengembangan sistem informasi pasar kerja maupun mendorong berkembangnya perusahaan-perusahaan padat karya dewasa ini juga sangat diperlukan.

“Pemerintah terus memprioritaskan penciptaan lapangan pekerjaan baik formal maupun informal yang dipadukan dengan program aksi pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Pencari kerja dan pengangguran usia muda kata dia, harus melengkapi kemampuannya dengan kompetensi kerja, sehingga bisa dengan mudah menentukan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginannya.

Dia pun menawarkan para pengangguran berusia muda untuk memanfaatkan fasilitas pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) yang memilki beberapa fasilitas workshop seperti workshop teknologi mekanik, workshop jahit, workshop otomotif, workshop las, workshop komputer dan bahasa, workshop perkayuan, dan workshop umum lainnya.

Tugas dan fungsi BLK yang ada di setiap kabupaten/kota lanjutnya, untuk memberikan bekal keahlian dan kompetensi kerja disamping sebagai pusat informasi pelatihan kerja.

"Selain itu BLK juga berfungsi sebagai pusat peningkatan standard pelatihan kerja, pusat standardisasi dan sertifikasi, dan sebagai tempat pembekalan akhir pemberangkatan transmigrasi dan calon tenaga kerja Indonesia," sebut Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menambahkan, saat ini terdapat 3.132 orang instruktur yang bekerja di balai-balai latihan kerja (BLK), 13 BLK UPTP milik Kemenakertrans dan 252 BLK UPTD milik pemerintah daerah provinsi dan kabupaten maupun kota di Indonesia.

“Lembaga-lembaga pendidikan pun dapat mengembangkan kerja sama dengan Balai Latihan Kerja, terutama untuk mengembangkan program keterampilan bagi para pesertanya.Yang perlu ditekankan adalah upaya dengan meningkatkan kualitas SDM dengan membangun kompetensi tenaga kerja yang memiliki daya saing guna perluasan kesempatan kerja,“ terangnya.

Selain itu, kata dia, untuk mengurangi angka pengangguran yakni dengan memperbanyak kesempatan kerja melalui wirausaha yang dapat dilakukan oleh semua lulusan jenjang pendidikan mulai dari SD sampai lulusan universitas atau perguruan tinggi.           

“Wirausaha merupakan salah satu solusi untuk menekan tingkat pengangguran, terutama lulusan SD yang jumlahnya masih cukup besar di Indonesia. Selain bisa menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri. Wirausaha juga dapat membuka kesempatan kerja bagi orang lain, “ tukasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini