BNPT, Densus, dan Teroris Seperti Tempat Prostitusi

Tegar Arief Fadly, Okezone · Sabtu 04 Januari 2014 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2014 01 04 337 921594 sSxbhyxuq6.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Indonesian Crime Analys Forum menyarankan dilakukannya audit terhadap Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror mengingat masih banyaknya aksi teror bertebaran di Indonesia.  

 

Koordinator Indonesian Crime Analys Forum, Mustofa B Nahrawardaya bahkan menduga bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja atau menginginkan jaringan teroris tetap eksis di Indonesia.

 

"BNPT dan Densus harus diaudit. Yang perlu dipelajari siapa yang mengelola teroris itu, kemungkinan ada pihak ketiga yang ingin agar BNPT tetap ada atau yang berusaha menciptakan teroris tetap ada," kata dia saat dihubungi Okezone di Jakarta, Jumat (3/1/2014) malam.

 

Mustofa mengibaratkan, adanya BNPT dan Densus seolah seperti suatu tempat prostitusi, dimana masing-masing pihak sama-sama berkepentingan.

 

"Ada Densus dan BNPT, tapi teroris terus ada. Kalau teroris enggak ada kinerja BNPT dan Densus apa, kan enggak ada. Ini kan sudah banyak lembaga dibentuk, banyak karyawan, kalau enggak ada terorisnya BNPT dikemanain? Ini sudah terlanjur," kritiknya.

 

Sebagaimana diketahui, dipenghujung tahun 2013 ditutup dengan aksi penggrebekan yang dilakukan jajaran Datasemen Khusus (Densus) 88 antiteror di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

 

Dalam aksi tersebut, enam orang kawanan teroris berhasil dilumpuhkan dengan cara ditembak mati. Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa uang Rp200 juta serta komputer jinjing dari lokasi penggrebekan.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini