Ahok: Gus Dur Ingin Ada Gubernur Tionghoa

Arief Setyadi , Okezone · Minggu 29 Desember 2013 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 29 337 918778 xMcoRL9Jbv.jpg Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Julukan Presiden Indonesia keempat Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai bapak pluralisme membekas diingatan orang yang mengenalnya. Tak terkecuali bagi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diketahui merupakan keturunan Tionghoa.  

 

Dalam testimoninya, Ahok menceritakan berbagai kenangannya ketika ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dimana kala itu, ia sempat ditentang masyarakat yang kontra terhadap dirinya.

 

Pasalnya, Ahok nekad mencalonkan diri sebagai Gubernur di Provinsi yang 93 persen penduduknya beragama islam. Potensi kerusuhan pun bergeliat saat itu.

 

Namun, tutur Ahok, yang masih terngiang diingatannya, hanya Gus Dur yang memberikan dukungan kepada dirinya untuk tetap maju. Muhaimin Iskandar juga sempat menyangkal dukungan yang akan diberikan oleh Gus Dur karena ia menilai sosok kyai tidak akan memberikan dukungannya.

 

Ditengah penolakan, Gus Dur justru meneriakan dukungannya tanpa memperdulikan penyakit yang dideritanya.

 

Menurut Ahok, Gus Dur yang dikenalnya sebagai Bapak Pluralisme ini memang menginginkan seorang pemimpin tanpa melihat latar belakang suku dan agama. Walau ayahanda Yenny Wahid itupun tak terlepas dari cacian yang menyebutnya sebagai Kyai berpaham Yahudi dan Zionis Israel.

 

Mendengar cacian itu, sambung Ahok justru Gus Dur menanggapinya dengan santai. "Kata Gus Dur tidak apa-apa. Mereka itu enggak ngerti," ujar Ahok di acara Haul ke-4 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2013).

 

Ketika dikonfirmasi seusai acara Haul, Ahok kembali menegaskan, kalau Gus Dur memang menginginkan ada pemimpin dari Tionghoa.

 

"Gus Dur pengen ada Gubernur pertama yang dari Tionghoa, yang bisa mengubah keadilan sosial, yah mudah-mudahan saja," ujarnya.

 

Ketika disinggung, terkait potensi dirinya untuk menggantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Gubernur bila memang maju sebagai Calon presiden (Capres). Ahok lebih memilih enggan berkomentar. "No comment," pungkasnya.

(hol)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini