Share

GPII Ajak Umat Islam Tak Ikut Rayakan Tahun Baru

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Senin 16 Desember 2013 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2013 12 16 337 913155 w3K6mSSgIk.jpg Foto: Ist

JAKARTA - Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) berharap pemerintah dapat mengeluarkan keputusan soal pembatasan waktu pelaksanaan perayaan tahun baru.

“Kami meminta pemerintah melarang atau membatasi waktu pelaksanaan perayaan tahun baru. Kami juga mengimbau kepada umat Islam untuk tidak merayakan tahun baru, lebih baik diam di rumah dengan berzikir atau melakukan amal saleh lainya,” kata Ketua Umum GPPI Karman BM, Senin (16/12/2013).

 

Dia mengatakan bahwa perayaan tahun baru adalah produk asing. "Karena dalam Islam hanya mengenal peräyaan Idul Fitri dan Idul Adha. sehingga, tidak sepantasnya umat islam ikut merayakan tahun baru,” ucapnya.

Perayaan tahun baru, lanjut Karman, selalu diisi dengan nyanyian dan tarian-tarian yang melanggar syariat Allah. Hal tersebut bisa menggiring umat Islam untuk berbuat dosa, apalagi perayaan tahun baru ini selalu diidentikan dengan mabuk-mabukan. perayaan tahun baru, menurut dia, juga lebih banyak mudhoratnya daripada manfaatnya.

Karman BM adalah Ketua Umum yang baru saja terpilih dalam Muktamar/Kongres bersama GPI dan GPII di Medan, 9-11 Desember lalu. Dalam muktamar tersebut juga telah disepakati penyatuan nama antar GPI dan GPII menjadi GPII.

Dalam kesempatan tersebut, Karman mengatakan penyatuan atau islah yang dilakukan oleh GPI dengan GPII ini bisa menjadi contoh OKP-OKP lainnya. “Kami berharap islah yang dilakukan bisa menjadi contoh. Agenda penting kami saat ini yaitu menyusun kepengurusan yang baru dengan mengaomodir semua pihak baik kader GPI maupun GPII,” tandasnya.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini