Share

Wakil Ketua Komisi I Puji Sikap SBY Terkait Penyadapan

Bagus Santosa, Okezone · Rabu 27 November 2013 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 27 337 903458 NZh6I0Bgd2.jpg Ramadhan Pohan (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat Ramadhan Pohan menilai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tepat dalam menyikapi isu penyadapan oleh Australia.

 

Dia mengatakan, secara eksplisit Perdana Menteri Australia Tonny Abbot sudah meminta maaf pada Indonesia. Dengan begitu, dia juga berharap, Australia tidak lagi merusak hubungan dengan Indonesia ke depannya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

 

"Sudah ada unsur minta maaf dan menyesal, (komitmen) kemudian hari tak akan melukai Indonesia sudah ada," kata Ramadhan di DPR, Jakarta, Rabu (26/11/2013).

 

Meski mulai melunak, kontrak pembelian alutsista dan pertahanan Australia-Indonesia masih dalam status quo hingga benar-benar ada pertemuan untuk pembahasan yang lebih jauh.

 

"Yang pasti hubungan pembelian dan kontrak untuk alutsista dengan Australia tetap dalam posisi status quo, artinya, tidak ada yang dimulai sampai betul-betul yakin bahwa dalam pertemuan special envoy sudah benar-benar mencerminkan yang kita mau," kata dia.

 

Ramadhan juga menjelaskan, saat ini, situasi di dalam negeri Australia, juga memperkuat posisi Indonesia untuk menekan pemerintah Australia. Rakyat Australia, kata Ramadhan juga mendukung sikap Indonesia.

 

"Situasi dalam negeri Australia sendiri menyulitkan Abbot, karena rakyatnya nggak setuju kalau Indonesia disakiti dan dikecewakan. Ini poin bagus buat kedua negara, yang repot ketika rakyat minta Abbot lempeng untuk nggak minta maaf. Ini kan justru sebaliknya," ujar dia.

 

Untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut, Ramadhan mengatakan pada Kamis 28 November, Komisi I DPR juga akan mengadakan rapat dengan Menteri Luar Negeri.

"Surat pasti diungkapkan, langkah-langkah pemerintah akan disampaikan, tapi so far so good, ada good will dari Australia," kata Politisi Demokrat ini.

 

Sebelumnya, Presiden SBY pada Selasa, 26 November 2013 memaparkan enam langkah Indonesia dalam menindaklanjuti surat yang dikirimkan oleh Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, pada Sabtu, 23 November kemarin.

 

Inti dari keenam langkah yang disampaikan Presiden SBY yaitu, dibentuknya kode etik dan protokol yang mengatur kesepakatan hubungan kedua negara paska dilanda ketegangan hubungan diplomatik akibat skandal penyadapan oleh Badan Intelijen Australia.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini