Share

Kini, Masuk Gedung MK Lebih Ketat

Angkasa Yudhistira, Okezone · Senin 18 November 2013 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 18 337 898777 8x13d4400N.jpg

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) mulai memperbaiki sistem keamanan paska rusuh pada 15 November 2013. Ratusan personel polisi dikerahkan untuk menjaga jalannya sidang.

"Jadi sistem pengamanan yang diterapkan di MK, ring satu itu di ruang sidang, ring dua di dalam Gedung MK, dan ring tiga di halaman," kata Sekjen MK, Janedjri M Gaffar, di Gedung MK, Jakarta, Senin (18/11/2013).

Follow Berita Okezone di Google News

200 personel polisi akan berjaga di luar gedung, 10 personel di lobi depan dan 10 personel di lobi belakang. "Untuk personel yang berada di luar gedung, sewaktu-waktu bisa segera ditambah bila pontesi kerusuhan tinggi," terangnya.

Sedangkan pengamanan di dalam ruang sidang akan dijaga delapan hingga 12 personel setiap sidang berlangsung dengan sistem shift.

"Di lantai dua dan empat. Karena di lantai empat, juga ada ruang sidang panel. Ruang sidang ada kepolisian yang berdiri di situ. Bukan untuk menjaga hakim saja, tapi juga mengingatkan atas perilaku yang tidak sopan dalam ruang sidang. Jadi bisa berjalan dengan tertib khitmat," bebernya.

Saat sidang berlangsung, tak satu pun yang diperbolehkan berada di depan ruang sidang.

"Sidang diperuntukan bagi pihak yang terkait langsung dengan perkara. Ruang sewaktu sidang pleno yang disedikan untuk pengunjung itu kita tiadakan," terangnya.

Ruang sidang akan lebih diperuntukan bagi para termohon. "Misal kapasistas 100, kita sediakan 60 untuk termohon. Sisanya akan diperuntukkan bagi saksi. Jadi kita memang perketat," tutupnya.

Pantauan Okezone di Gedung MK, pintu masuk gedung yang biasanya hanya diamankan dengan gate metal detector, kini ditambah dengan alat x-ray guna mempermudah pihak keamanan untuk mengetahui barang-barang yang dibawa pengunjung.

Bagi pengunjung, pihak yang berpekara, maupun wartawan yang ingin memasuki ruang sidang, pun diwajibkan untuk meninggalkan kartu identitas yang ditukar dengan kartu tanda pengunjung.

(trk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini