Sisi Humanis Pak Harto Dikupas di Museum Benteng Vandeburg

Prabowo, Okezone · Sabtu 09 November 2013 03:03 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 08 337 894185 4CrVocLSMV.jpg Soeharto (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA - Tidak semua yang ada pada diri almarhum HM Soeharto, mantan Presiden RI ke-2 diketahui masyarakat. Selain memiliki sikap yang tegas dalam memimpin, penguasa Orde Baru selama 32 tahun itu dikenal sebagai sosok yang humanis.

Sosok humanis yang ada dalam diri Pak Harto semasa berkuasa, dikupas dalam diskusi dan bedah buku 'Menelisik Pak Harto The Untold Stories' di Museum Benteng Vandeburg, Yogyakarta.

Ratusan pelajar tingkat SMU dari beberapa perwakilan sekolah se-DIY turut menjadi peserta dalam kesempatan, Jumat (8/11/2013). Pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemda DIY turut menghadirinya.

Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Mbak Titiek menjadi salah satu pembicara dalam bedah buku tersebut. Saat dia transit dan sebelum acara dimulai, Mbak Titiek diajak pengelola Museum Benteng Vandeburg untuk melihat patung-patung kecil gambaran perjuangan pahlawan nasional dalam mengusir penjajah.

Titiek nampak serius memperhatikan diaroma mengenai peristiwa sejarah yang disampaikan pengelola museum. Selanjutnya, Titiek bersama rombongan yang di antaranya merupakan mantan ajudan Soeharto menuju ruangan di lantai dua yang dipakai dalam bedah buku.

Titiek menyampaikan banyak sisi humanisme dari sosok ayahnya. Sisi lain dari Pak Harto selama ini banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. Sebab, yang diketahui hanya dari sisi militer yang secara umum memang tegas.

"Ada cerita lain dari para sahabat, tokoh-tokoh, pengalaman pribadi mereka dengan Pak Harto, ya yang jauh dari sisi yang serem-seremlah," ujar Titiek kepada Okezone.

Disinggung apa saja sisi humanisme itu, Titiek menyampaikan dalam kehidupan keseharian. "Ya kehidupan sehari-hari, beliau kalau di rumah itu pakai sarung, sama seperti orang Jawa pada umumnya," imbuhnya.

Disinggung ada beberapa kalangan menilai Soeharto merupakan penguasa diktator ? Titiek menjawab diplomatis. "Anda tanyanya ke orang lain dong kenapa itu, kalau tanya ke saya ya pasti  tidak seperti itu, tidak tepat sama sekali (penguasa diktator)," pungkasnya.

Mantan Panglima TNI, Djoko Santoso juga turut bersama rombongan Titiek. Pria kelahiran Solo, 8 September 1952 itu mendapat kesempatan menyampaikan sisi lain dari Soeharto. Dia mengaku sangat dekat dengan sosok Presiden Soeharto karena pernah menjadi ajudannya.

"Beliau (Soeharto) orang sabar, tidak pernah marah walaupun tidak sesuai kemauannya," kata Djoko Santoso.

Banyak hal yang disampaikan Djoko dari sisi humanisme Soeharto. Soeharto tidak memanjakan semua anak-anaknya dengan jabatan yang disandang meski sebagai orang nomor satu di Indonesia kala itu. "Sangat penyayang pada putra putrinya," paparnya. 

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini