nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerindra: Jangan Kaitkan Semua Kasus 1998 ke Prabowo

Awaludin, Jurnalis · Kamis 07 November 2013 19:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 11 07 337 893509 sBRAajo0RL.jpg

JAKARTA- Partai Gerakan Rakyat Indonesia Raya (Gerindra), angkat bicara terkait pernyataan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), yang meminta Kejagung memanggil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, terkait keterlibatannya dalam sejumlah peristiwa pelanggaran HAM.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan, mantan Danjen Kopassus itu tidak bisa dikaitkan dengan kasus yang terjadi pada tahun 1998. "Jadi Prabowo enggak bisa dikaitkan dengan semua kasus di 98, ada penembakan Trisakti, kerusuhan 98," ujar Fadli Zon kepada wartawan di Kantor PBNU di Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2013) malam.

Menurutnya, penembakan di Kampus Trisakti pelakunya sudah ketahuan yakni oknum dari kepolisian.  "Kasus 98 itu, yang disebut sebagai orang hilang, pernah diadili melalui mahkamah militer, pelakunya (bawahan Prabowo) ada yang dipecat dan dihukum penjara, itu ada yg dinamakan Tim Mawar, udah selesai," tuturnya.

Sebagai pimpinan, kata Fadli, Prabowo Subianto mengambi alih tangung jawab karena sebagai pimpinan. "Yang terjadi karena dilakukan anak buahnya, saya kira Prabowo ksatria (karena bertanggungjawab atas perbuatan anak buahnya)," lanjutnya.

Selain itu, kata dia, latar belakang penculikan yang terjadi ledakan di Rusun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat pada tahun 1998, karena penangkapannya tidak sesuai prosedur. "Terkait ada ledakan di Rusun Tanah Tinggi, karena  ada nama yang teridentifikasi, kemudian ditangkap tapi dinamakan penculikan karena penangkapannya tak sesuai prosedur. Kalau kita tidak detail mengamati sejarah, hati-hati," tutupnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini