Share

Polwan Masih Dianggap Sebagai "Pelayan Kantor"

Muhammad Saifullah , Okezone · Selasa 03 September 2013 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 03 337 859744 wJ1V7fGLDN.jpg

JAKARTA - Diusia ke-65 tahun, eksistensi Korps Polwan masih belum sepenuhnya dioptimalkan. Jajaran srikandi di korps kepolisian ini baru dianggap sebagai pelengkap. Padahal, potensi mereka sangat besar, tentu saja potensi ini baru bisa dioptimalkan jika diberikan kesempatan memegang jabatan strategis.

“Selama ini tugas-tugas yang diberikan kepada para Polwan masih kurang layak dan menyimpang dari kerja profesional Polri. Misalnya, Polwan dijadikan sebagai "pelayan kantor" atau dijadikan front office, padahal tugas tersebut harusnya dikerjakan PNS Polri,” ungkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dalam siaran persnya.  

Untuk itu sudah saatnya Mabes Polri memberi kesempatan yang lebih besar lagi kepada para Polwan, di antaranya diperbanyak Polwan yang memegang jabatan-jabatan strategis, seperti Kapolres, Kapolda, dan beberapa jabatan penting di Mabes Polri.

 

Ind Police Watch menilai jabatan-jabatan strategis yang bisa dipegang para Polwan antara lain Direktur Binmas, Deputi Logistik, Deputi SDM, Kadiv Humas, dan lain-lain. Dalam era sebelumnya Kapolda Banten pernah dijabat Polwan. Sayangnya saat ini tidak ada satupun posisi Kapolda dijabat Polwan. Memang untuk tingkat Kombes ada beberapa posisi strategis dijabat oleh Polwan, seperti Kepala Pusat Pendidikan Intelijen Polri.

 

Neta menjelaskan, ada tiga alasan kenapa Polri harus memperbanyak Polwan memegang jabatan strategis. Pertama, untuk memperbaiki citra Polri. Selama ini jarang sekali Polwan terlihat melakukan pungli dan secara psikologis publik akan lebih nyaman berurusan dengan Polwan.

 

Kedua, untuk memperbaiki sikap dan prilaku Polri. Selama ini jarang terlihat dalam melaksanakan tugas-tugasnya para Polwan mengedepankan sikap arogan dan represif. Dengan tampilnya para Polwan memegang jabatan strategis, mereka akan lebih bisa menekan sikap-sikap arogan anak buahnya.

 

Ketiga, jumlah Polwan saat ini baru sekitar 20.000 orang atau 4 persen dari jumlah Polri yang mencapai 400.000 orang. Padahal jumlah penduduk perempuan di Indonesia mencapai 55 persen. Dengan tampilnya Polwan memegang jabatan strategis, keberadaan Polwan akan kian menonjol dan diharapkan kuota Polwan akan terus bertambah.

 

“Ke depan IPW berharap Polwan benar-benar ditempatkan secara layak dan mendapat posisi strategis di Polri. Sehingga tidak ada diskriminasi gender di tubuh Polri dan para Polwan juga bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan dan reformasi Polri,” harapnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini