nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurangi Pengangguran, Kemnakertrans Kirim 1.520 Sarjana ke Desa

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Senin 02 September 2013 00:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 09 01 337 859024 zwfevGbDdX.jpg Menakertrans Muhaimin Iskandar (Foto:Okezone)

JAKARTA - Guna menakan angka pengannguran di daerah, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mengirimkan 1.520 orang Tenaga Kerja Sarjana (TKS) ke pedesaan. TKS tersebut, tersebar di di 33 provinsi di Indonesia. Pada tahun 2014 Kemnakertrans menargetkan untuk menugaskan sebanyak 1.600 orang.

"Para sarjana itu bertugas untuk menggerakkan, melatih dan mendampingi masyarakat dan para pencari kerja dalam mencari dan menciptakan kesempatan kerja baru, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di perkotaan dan pedesaan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, pada Minggu (1/9/2013).

Tugas utama dari para lulusan sarjana baru (fresh graduate) ini adalah melakukan pendampingan kepada para pencari kerja, dan kelompok-kelompok usaha masyarakat binaan di bidang  penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja.

“Yang menjadi sasaran pendampingan adalah kelompok masyarakat yang mempunyai minat dan motivasi  tinggi untuk mengoptimalkan potensi diri dan sumber daya di lingkungannya, sehingga kedepannya mampu membentuk usaha mandri baik perseorangan maupun berkelompok," ungkapnya.

Jumlah TKS ditempatkan pada setiap provinsi,  bervariasi antara 20 sampai 60 orang  dan setiap TKS wajib membina 1-2 kelompok yang beranggotakan 10 orang. Sasaran pendampingan diprioritaskan bagi para pencari kerja usia muda serta masyarakat di perkotaan dan pedesaan.

Muhaimin mengatakan pengiriman sarjana pendamping ke daerah pedesaan itu, dilandasi pertimbangan bahwa masih banyak penduduk Indonesia tinggal di perkotaan dan pedesaan yang perlu didampingi untuk mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan kerja baru.

“Program Tenaga Kerja Sarjana atau sarjana pendamping ini bertujuan mendayagunakan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dimilki para sarjana untuk melaksanakan  program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat,' tuturnya.

Sasaran lainnya yang mendapat bimbingan dan pendampingan, tambah Muhaimin, adalah para pencari kerja yang berminat bekerja di sector formal baik di dalam maupun di luar negeri sesuai dengan kesempatan yang ada.

(ydh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini