Share

Dua Peraih Kalpataru Kembalikan Piala ke SBY

Tegar Arief Fadly, Okezone · Minggu 01 September 2013 18:19 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 01 337 859007 RmGZkkCpcz.jpg
JAKARTA - Tiga orang asal Sumatera Utara mendapat penghargaan dari pemerintah karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Mereka adalah Marandus Sirait (peraih Kalpataru dan Wana Lestari), Wilmar Simanjorang (peraih Wana Lestari), dan Hasoloan Manik (peraih Kalpataru).

Namun dua di antaranya, yakni Marandus Sirait dan Hasoloan Manik, berencana mengembalikan penghargaan Kalpataru ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mereka beralasan bahwa penghargaan itu hanyalah seremonial belaka.

Pasalnya, sampai saat ini pemerintah kurang peduli terhadap lingkungan, termasuk juga terhadap pembalakan hutan yang sering terjadi di wilayah Samosir dan Toba Samosir. Rencananya pengembalian itu akan dilakukan pada Selasa 3 September mendatang.

"Di kawasan Danau Toba perusakan semakin tak terkendali. Kita sudah bergerak namun tidak ada respons," kata Marandus di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Mampang, Jakarta, Minggu (1/9/2013).

Marandus bersama rekan-rekannya sudah melaporkan hal tersebut ke pemerintah, di antaranya mengirim surat ke Presiden SBY, melaporkan ke Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Gubernur Sumatra Utara, Kejaksaan Agung, Kapolres Samosir, dan Mabes Polri.

"Kita mengembalikan ini ke negara karena negara tidak serius menjaga hutan di kawasan Danau Toba. Penghargaan kami seperti Simalakama, kita dianggap tidak bergerak. Padahal kita sudah melapor, tapi tak ada respons," keluhnya.

Rekan Marandus, Hasoloan Manik sempat mengeluh, karena dirinya dituding menerima uang dari pemberian penghargaan itu. Akibatnya, aktivitas peduli lingkungan yang biasa ia kerjakan harus berhenti karena minimnya dukungan masyarakat. "Banyak yang minta uang ke kita, karena menganggap kita mendapat uang selain mendapat penghargaan. Sejak itu kegiatan LSM kita makin merosot," imbuhnya.

Sementara itu, meskipun tidak turut menerima Kalpataru, namun Wilmar Simanjorang mendukung penuh aksi yang akan dilakukan kedua rekanya itu. Bahkan dia mengaku sempat diiming-imingi sesuatu oleh pihak tertentu untuk membatalkan aksi tersebut.

"Kami diajak berdamai untuk tidak mengembalikan penghargaan itu. Kami akan kembalikan semua, kembalikan semua kemunafikan. Tanpa penghargaan ini pun kami akan terus merawat ekosistem Danau Toba," pungkasnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini