FPI Tuding SBY Hobi Menangkap Kiai

Aisyah, Okezone · Sabtu 27 Juli 2013 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 27 337 843300 XKnarfUJtb.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamu'min, menyebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai orang yang anti-penegakan Syariat Islam, nahi munkar dan jihad.

“SBY lebih cenderung percaya dengan klenik dan kejawennya yang hobinya justru nangkepin kiyai dari sebelum jadi presiden,” kata Novel melalui pesan singkatnya kepada Okezone, Jumat 26 Juli malam.

Novel juga menuturkan, saat menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada era pemerintahan Megawati Soekarno Putri, SBY menjadi dalang di balik penangkapan KH Abu Bakar Ba’asyir Cs.

“SBY lah arsiteknya untuk penangkapan KH Abu Bakar Ba’asyir, Habib Rizieq dan Ustadz Ja’far Umar Talib,” ungkapnya.

Lebih jauh, Novel mengungkapkan SBY kembali menjadi dalang di balik penangkapan Rizieq untuk kedua kalinya lantaran memelihara Ahmadiyah dan membela liberal yang tunduk pada Amerika, Inggris dan Australia.

“Maka SBY mendapat penghargaan dari kerajaan Inggris dan bilang Amerika negara kedua SBY,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Novel membantah ada kedekatan antara Habib Rizieq dengan SBY seperti yang ditunjukkan dalam foto yang dimuat dalam akun Facebook “Anda Bertanya Habib Rizieq Menjawab”.

“Engga dekat. Hanya sekadar SBY datang sebagai seorang negarawan sowan kepada ulama,” kata Novel.

Novel juga menegaskan, setelah pertemuan pada saat Milad I tersebut, SBY tak pernah lagi sowan kepada FPI lantaran Rizieq tak menyukai gaya kepemimpinan dari SBY.

“Setelah milad itu tidak pernah bertemu lagi karena Habib Rizieq tidak tertarik dengan gaya kepemimpinan SBY,” pungkasnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini