Aneh, Korban Penyerangan Malah Ditahan Polisi

Muhammad Saifullah , Okezone · Kamis 18 Juli 2013 22:18 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 18 337 838980 jbyxg7fPXn.jpg

JAKARTA - Kasus salah tangkap oleh jajaran kepolisian diduga terjadi di Gresik, Jawa Timur. Adalah Jamal Abdullah, remaja berusia 17 tahun, yang menjadi korban. Jamal yang rumahnya diserang oleh sejumlah pemuda malah ditahan dengan dalih melakukan penganiayaan.

 

“Sementara enam pelaku penyerangan terhadap rumah korban malah bebas bergentayangan,” sesal Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui keterangan tertulis kepada Okezone, Kamis (18/7/2013).

 

Kasus salah tangkap yang dialami Jamal Abdilah terjadi pada 24 Juni 2013. Saat itu rumah keluarga Jamal di Desa Sumurber, Kecamatan Paneng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diserang enam lelaki. Para penyerang berusaha masuk ke dalam rumah, merusak motor keluarga Jamal dan melempari rumahnya. Melihat hal ini Jamal melakukan pembelaan dan memukul Abdul Karim, salah seorang penyerang rumahnya.

 

Akibat pemukulan ini Abdul Karim melapor ke Polres Gresik yang kemudian menangkap dan menahan Jamal Abdillah. Sebaliknya laporan keluarga Jamal ke Polres Gresik atas penyerangan rumahnya hingga kini tak kunjung ditindaklanjuti. Para pelaku penyerangan masih bebas bergentayangan.

 

Tidak terima atas perlakuan aparat penegak hukum, keluarga Jamal melaporkan kasus salah tangkap ini ke Kapolda Jatim pada 30 Juni 2013. Namun tidak ada tanggapan dan Jamal masih saja ditahan polisi.

 

Berkaitan dengan kasus salah tangkap ini, kata Neta, IPW mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo segera turun tangan membebaskan Jamal dan memproses kasus penyerangan rumahnya.

 

Dalam kaitan ini, IPW juga mendesak Kapolri segera mencopot Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim. Sebab kasus salah tangkap yang dilakukan Polres Gresik ini adalah tindakan pelanggaran HAM yang sangat merusak citra Polri.

 

“Kasus ini sangat mempermalukan institusi Polri di mana Kapolri Jenderal Timur Pradopo tengah gencar-gencarnya melakukan perubahan Polri menuju polisi sipil yang profesional,” Neta menambahkan.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini