Share

Kenapa Bukan SBY yang Umumkan Kenaikan Harga BBM?

Rizka Diputra, Okezone · Sabtu 22 Juni 2013 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 22 337 825923 S45EIQ0pVz.jpg Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

JAKARTA - Ada yang menarik dari penyampaian penyesuaian tarif kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diumumkan pemerintah tadi malam.

Pengumuman kenaikan harga BBM semalam disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik. Lalu, di mana kah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Kepala Pemerintahan?

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pakar Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana Jakarta Heri Budianto mengatakan, tradisi bukan presiden yang mengumumkan kenaikan harga BBM ini harus diubah. Teka-teki siapa yang akan mengumumkan kenaikan harga BBM dini hari tadi akhirnya terungkap kala Jero Wacik menyampaikannya ke publik.

"Sebelumnya sempat beredar siapa yang akan mengumumkan adalah Menteri Perekonomian, Menkominfo, Menkeu. Akhirnya pemerintah menunjuka Jero Wacik. Bila dilihat dari tata pemerintahan dan job desc, sudah tepat Jero Wacik yang mengumumkan.," kata Heri dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Sabtu (22/6/2013).

Hal tersebut kata Heri cukup beralasan. Pasalnya, kenaikan harga BBM eceran merupakan domainnya Menteri ESDM. Kendati demikian, sebenarnya publik menunggu SBY selaku Kepala Pemerintahan yang menyampaikan kenaikan harga BBM tersebut.

Memang, tradisi di pemerintahan sejak Orba terkait pengumuman harga BBM presiden tidak pernah mengumumkan. Tradisi ini terus berlangsung hingga saat ini di pemerintahan SBY.

"Namun ada fenomena menarik lain yakni ketika harga BBM turun pada Desember 2008 dan Januari 2009 presiden langsung yang menyampaikan penurunan harga. Wajar kemudian publik menilai bahwa ekses politik juga mewarnai soal BBM termasuk front state (panggung) depan ketika harga BBM dinaikkan," kata dia.

Sehingga, dramaturgi politik terjadi juga tampak ketika pengumuman kenaikan harga BBM. Jika SBY langsung yang mengumumkan justru publik akan merespons positif. Sebab, di luar negeri kebijakan-kebijakan tidak populer disampaikan langsung oleh presidennya.

"Saya kira mestinya SBY mengambil momentum ini untuk mendongkrak kesan negatif pemerintahanya, karena harga BBM," pungkasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini